Rabu, 19 September 2018 02:20 WIB
pmk

Nasional

Demokrat Sebut Isu Penggeledahan Rumdin Demis bukan Hoax

Redaktur: Redjo Prahananda

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean

INDOPOS.CO.ID - Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan pernyataan ketua umum partainya, Susilo Bambang Yudhoyono bahwa terjadi Penggeledahan di Rumah Dinas Dedi Mizwar (Demiz) bukanlah fitnah.

Dia menjelaskan, pernyataan itu adalah hasil dari laporan SBY langsung dari Demiz Pernyataan  disampaikan oleh pak SBY bersumber dari sumber langsung penggeledahan sendiri, cagub Partai Demokrat,  Deddy Mizwar.

“SBY tidak sedang bermain dan tidak sedang menebar hoax. Semua disampaikan oleh SBY adalah betul dan benar terjadi," kata Ferdinand saat dikonfirmasi INDOPOS di Jakarta, Minggu (24/6). Dia menjelaskan, pemilihan kata 'penggeledahan' diambil oleh SBY untuk memperkuat penekanan agar aparat netral.

" Penekanan itu perlu karena kami melihat bila menggunakan kata yang terlalu santun, aparat bisa tidak peduli dan tidak mendengar. Maka itu perlu memilih kata yang agak keras demi memperkuat penekanan. Tujuannya baik, niatnya baik, supaya semua netral.”

Ferdinand memahami , bila muncul keberatan  dan menimbulkan kontroversi "Sebuah konsekuensi dari pemilihan kata itu, terutama dari pihak pemerintah atau PDIP. Tapi esensi utamanya adalah bahwa benar pemeriksaan itu dilakukan bahkan dengan cara cara yang berlebihan.

“Seolah sedang mencari cari sesuatu untuk dijadikan sebuah kesalahan untuk menyerang Deddy Mizwar," jelas Ferdinand. Dia mengaku turut hadir dalam pertemuan antara SBY dan Demiz.

Ferdinand mengaku senang pernyataan pak SBY itu bisa menjadi perhatian publik berimbas pada pelaksanaan Pilkada serentak, Rabu nanti bisa berjalan transparan

"Kembali saya tegaskan, Pak SBY tidak sedang menebar hoax, menuduh atau play victims. Dan upaya tersebut berhasil bukan? Semua menanggapinya. Dan semoga dengan ini netralitas ASN terjaga.”

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Arteria Dahlan menyebut pernyataan SBY bahwa rumah dinas mantan wakil gubernur Dedi Mizwar digeledah oleh Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Komjen Pol M Iriawan beserta Pemprov Jabar adalah fitnah.

Menurutnya, berdasarkan fakta yang ada, kejadian itu berawal dari laporan Dedi Apendi (Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Setda Pemprov Jabar) kepada Penjabat Gubernur dan sekaligus menawarkan untum mengajak M Iriawan melakukan peninjauan terhadap 11 aset dengan pengelola baguan Rumah Tangga, Kamis (21/6) lalu. Salah satu aset itu rumah dinas untuk wakil gubernur terpilih.

Bahkan bukan rumah pribadi Deddy Mizwar,  karena rumah dinas wakil gubernur itu sudah diserahkan kembali oleh Deddy kepada Biro Umum pada 14 Februari 2018 lalu, melalui berita acara serah terima nomor surat 032/04/Um.

“Sejak saat itu rumah dinas tersebut tidak pernah ditempati oleh Deddy Mizwar dan sudah kembali ke penguasaan Pemprov Jawa Barat," ujarnya dalam keterangannya kepada INDOPOS, Minggu (24/6). (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #partai-demokrat #kemendagri #sby 

Berita Terkait

IKLAN