Senin, 19 November 2018 08:15 WIB
pmk

Nasional

SBY Sebut TNI Berpihak, PDIP Ungkit Pilpres 2004 dan 2009

Redaktur: Redjo Prahananda

Komarudin Watubun, SH, MH Anggota DPR RI dapil Papua saat menjawab pertanyaan wartawan. Foto: Charlie Lopulua/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membalas tudingan Susilo Bambang Yudoyono aparat TNI dan Polri bukan hoax. SBY mengaku memegang data dan fakta.

Ketua DPP Bidang Kehormatan PDIP, Komaruddin Watubun menegaskan, bahwa era politik melodramatik SBY tersebut sudah berakhir dan ketinggalan jaman. Sebab, rakyat sudah tahu politik agar dikasihani model SBY tersebut.

"Publik sudah tahu, bahwa Pak SBY lebih dihantui oleh cara berpikirnya sendiri atas dasar apa yang dilakukan selama jadi Presiden," ujar Komaruddin dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (24/6).

Tokoh Indonesia Timur itu justru mengingatkan bagaimana ketika pilpres 2009, SBY membujuk komisioner KPU dengan iming-iming tertentu sehingga banyak kader menjadi pengurus teras partai seperti Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati.

"Siapa di belakang tim Alfa, Bravo dan Delta bentukan SBY, warga sipil kah?; mengapa Antasari, Ketua KPK di penjara hanya karena mau mengusut IT Pemilu?; siapa menggunakan dana APBN melalui bansos untuk keperluan pemilu? Siapa memanipulasi DPT tahun 2009?; siapa yang gunakan intelijen untuk pilpres 2004 dan 2009?,” beber Komaruddin sambil menegaskan, SBY telah menggunakan alat-alat negara agar tidak netral.

Komaruddin berharap, SBY, agar jangan samakan Pemerintahan Jokowi dengan pemerintahannya. "Kalau kami menggunakan alat negara, kami sudah menang mutlak dipilkada sebelumnya. Kami taat pada aturan main, dan kami percaya rakyatlah yang menjadi penentu dalam pilkada, bukan alat negara,"

Bahkan dia melihat, serangan SBY pada Jokowi makin tajam, merupakan cerminan pemikiran SBY; menempatkan kepentingan pribadi di atas bangsa dan negara."Begitu jago pada pilkada elektabilitas rendah, tiba-tiba salahkan penggunaan alat-alat negara," cetus Komaruddin. "Daripada sibuk menyalahkan Jokowi dan aparat negara, lebih baik SBY buka-bukaan terhadap fakta-fakta di balik terjadi pada pilpres 2004 dan 2009," (jaa).


TOPIK BERITA TERKAIT: #pdip #partai-demokrat #sby 

Berita Terkait

Megawati Kembali Ingin Pensiun

Nasional

Megawati Mau Pensiun

Headline

IKLAN