Senin, 19 November 2018 06:48 WIB
pmk

Nasional

Demokrat: PDIP Panik soal Tudingan SBY

Redaktur: Redjo Prahananda

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono.

INDOPOS.CO.ID - Partai Demokrat membantah tudingan Politikus PDIP Komaruddin Watubun menyebut Susilo Bambang Yudoyono seolah-olah paling menderita sedunia. Bahkan, Demokrat menilai PDIP tengah panik, sebagai pengalihan isu semata dari polemik netralitas TNI dan Polri.

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai, tudingan tersebut sama sekali tidak berdasar. Sebab, dia mengklaim, setiap daerah terindikasi ‘berat sebelah’, selalu kepentingan penguasa di sana entah itu partai penguasa maupun presiden sebagai penguasa.

"Tudingan play victim itu cuma sekedar menggeser isu ketidaknetralan kepada isu tidak penting seperti pakai victim itu," ujar Ferdinand kepada INDOPOS di Jakarta, Minggu (24/5)

Dia juga mempertanyakan ketidakjelasan alasan PDIP menolak memberi komentar sewaktu Wakapolda Maluku dicopot karena diduga mengarahkan dukungan ke pasangan Murod,  notabene didukung partai besutan Megawati tersebut. "Bagi kami, PDIP itu hanya pengalihan isu saja dari isu sebenarnya. PDIP panik karena ketauan," tegas Ferdinand lagi.

Lebih jauh lagi, dia memaparkan bahwa bukti ketidak-netralan itu sudah jelas nyata di lapangan dan bukan isapan jempol terutama dari Polri. Ferdinand menyadari  belum mendapatkan bukti itu, tapi SBY mengingatkan jangan sampai, TNI atau Polri menjadi tidak netral.

"Kalau dari BIN, susah ya membuktikan karena intelijen ini kan operasinya senyap dan tertutup. Sehingga susah di identitfikasi tapi kita bisa rasakan," jelasnya.

Jadi, sambung Ferdinand, semua yang disampaikan SBY ada dasarnya. Maka dari itu SBY mengingatkan semua pihak agar menjaga nettalitas karena bangsa ini telah dengan susah payah membangun Demokrasi sejak era reformasi 1998 lalu.  "Apa mau kembali lagi kepada era kelam demokrasi atas dwifungsi?" cetusnya.

Terakhir Partai Demokrat mengajak semua pihak untuk menyelesaikan masalah bangsa ini dengan menghentikan ketidak netralan Polri maupun TNI, bukan malah menyerang balik pembawa pesan dengan kalimat play victim. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #sby #partai-demokrat #isu-polemik-netralitas-tni-dan-polri #pdip 

Berita Terkait

IKLAN