Kamis, 20 September 2018 07:52 WIB
pmk

Politik

Pilkada 2018, PKS Warning Aparat Negara

Redaktur: Riznal Faisal

Jazuli Juwaini. Foto. dili/indopos

INDOPOS.CO.ID -  Kenetralan aparat aparatur sipil negara, Polri, dan TNI kembali diuji dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini percaya aparat negara tidak akan menggadaikan bangsa dan negaranya hanya untuk kepentingan politik sesaat.

“Kalau ada oknum yang tidak netral dalam Pilkada dan Pemilu harus segera ditindak tegas dan diberhentikan dari jabatannya," kata Jazuli kepada INDOPOS di Jakarta, Senin (25/6), menanggapi sinyalemen ketidaknetralan aparat dalam Pilkada mendatang, salah satunya dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Jazuli sendiri menganggap pernyataan SBY sebagai peringatan bagi aparat agar menjaga betul netralitasnya.

"Apa yang dikemukakan Pak SBY kita anggap sebagai peringatan agar kita semua sama-sama menjaga netralitas aparat negara. Hal ini sebagai bentuk kewaspadaan dan tanggung jawab untuk menjaga bangsa dan demokrasi kita agar tetap bermartabat," kata Jazuli.

Anggota Komisi I DPR ini pun mengatakan, terlalu mahal harga yang harus dibayar oleh bangsa ini jika aparat negara tidak netral dan ikut bermain politik.

Sebab itu, dia mengingatkan kepada seluruh warga tetap wajib menjaga dan mengingatkan demi menjaga marwah institusi aparatur negara yang seyogyanya milik bersama.

"Aparat yang tidak netral merusak reformasi yang susah payah kita bangun dan membunuh masa depan demokrasi. Bahkan kita bisa terperosok dalam konflik sosial akibat ketidaknetralan itu. Aparat negara harus camkan betul hal ini. Jangan main-main dengan kekuasaan dan kewenangan yang dipunya, jangan sampai diselewengkan," pungkas Jazuli.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat SBY secara terang-terangan menyebut ada oknum BIN, TNI dan Polri yang tidak netral dalam Pilkada 2018.

“Yang saya sampaikan itu bukan isapan jempol belaka, tidak ada niat seorang SBY menuduh, melebih-lebihkan, mendramatisasi apalagi duhli, tuduh liar, itu bukan DNA saya. Saya hati-hati dalam berbicara," ujar SBY di Hotel Santika, Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (23/6). (dil)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pks #pilkada-serentak-2018 #tni #polri 

Berita Terkait

IKLAN