Selasa, 20 November 2018 06:59 WIB
pmk

Ekonomi

Menyasar Tunisia dan Maroko, Pemerintah Bakal Perluas Pasar

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, mengaku akan terus memperluas pasar ekspor. Salah satu caranya adalah membuka pasar-pasar baru seperti ke negara yang bukan tujuan utama ekspor. Namun, memiliki peluang yang signifikan untuk mendongkrak neraca perdagangan.

"Saya akan ke Tunisia dan Maroko untuk membuka pasar baru. Ada perundingan bilateral dan bisnis yang akan dilakukan," ujar Enggartiasto, di kantornya akhir pekan lalu. Selain itu menurutnya, perluasan pasar juga bisa dilakukan di ajang pertemuan internasional lainnya.

Pihaknya akan memanfaatkan sejumlah even internasional membahas perdagangan. Adapun produk unggulan yang akan diekspor bermacam-macam. "Contoh sawit sudah pasti. Kemudian garmen," ujar Enggartiasto.

Disinggung masih defisitnya neraca perdagangan, Enggartiasto mengaku itu juga perlu dilihat lebih lanjut. "Defisit itu kita lihat juga impor bahan baku dan impor barang modal. Itu jangan dihentikan, sebab itu akan meningkatkan industri. Entar apa yang mau diekspor kalau industrinya tidak ada," pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) nilai Neraca Perdagangan Indonesia pada April 2018 mengalami defisit USD 1,63 miliar. Itu terutama disebabkan defisit impor migas USD 1,13 miliar. Adapun impor migas pada April 2018 mencapai USD 2,32 miliar. Atau naik 3,62 persen dibanding Maret 2018 dan naik 40,89 persen dibanding April 2017. Sedangkan peningkatan impor non migas terbesar pada April 2018, dibandingkan Maret 2018 adalah golongan mesin dan peralatan listrik. Yakni USD 15,3 juta atau 20,87 persen.

Enggar juga sempat menyinggung soal sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diprediksi akan semakin bergeliat. Serta semakin positif pertumbuhannya. Itu setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Jumat lalu (22/6) resmi meluncurkan Pajak Penghasilan (PPh) final untuk UMKM dari 1 persen menjadi 0,5 persen. Pemberian insentif PPh tersebut, agar usaha mikro dapat tumbuh menjadi usaha kecil. Kemudian usaha kecil tumbuh menjadi usaha menengah, dan usaha menengah menjadi usaha besar

"Langkah yang dilakukan pemerintah itu berpihak kepada UMKM. Akan mendorong sektor UMKM untuk terus tumbuh dan berkembang," ujar Enggar.

Ia menambahkan,  dari 1 persen menjadi 0,5 persen, berarti ada penurunan 50 persen PPh buat UMKM. "Itu akan sangat  membantu UMKM. Pak Presiden memang konsen  memerntahkan segera bantu UMKM," pungkasnya. Kemendag sendiri juga konsen membantu UMKM. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ekonomi #ekspor 

Berita Terkait

The Fed Picu Ketidakpastian Global

Ekonomi

Generasi Sandwich Rentan Stres

Jakarta Raya

128 Pedagang Malam Surken Terusir

Megapolitan

Gesits Sudah Dipesan 30 Ribu Unit

Nasional

Dorong Perizinan Bagi IKM

Jakarta Raya

IKLAN