Senin, 24 September 2018 08:42 WIB
pmk

Ekonomi

Unilever Terus Hadirkan Produk Baru

Redaktur:

Unilever mengusung strategi Unilever Sustainable Living Plan (USLP) untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Foto Dewi Maryani/ INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Manajemen PT Unilever Indonesia Tbk mengaku sudah tujuh tahun menjalankan strategi Unilever Sustainable Living Plan (USLP) dengan mengusung tiga pilar utama yakni, bidang kesehatan, lingkungan dan kesejahteraan.

Dari ketiga pilar tersebut Unilever berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan untuk lebih dari satu miliar orang, mengurangi dampak terhadap lingkungan hingga 50 persen, serta meningkatkan penghidupan untuk jutaan orang. ''Sebagai salah satu komitmen kami di bidang lingkungan pabrik Unilever sudah mengurangi 32,27 persen intensitas gas rumah kaca, mengurangi 32,28 persen intensitas pemakaian air, 100 persen tidak membuang limbah ke tempat pembuangan akhir serta meluncurkan teknologi creasol yang mampu meminimalisir dampak karbondioksida (CO2),'' ujar Head of Sustainable Business and Unilever Indonesia Foundation, Sinta Kaniawati di Jakarta, akhir pekan lalu.

Emiten barang-barang konsumsi itu, juga kian gencar merilis stock keeping unit terbaru, untuk meningkatkan gairah penjualan. Sancoyo Antarikso selaku Direktur & Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia mengatakan, sepanjang tahun ini akan meluncurkan sekitar 40-45 proyek.

Dia menyampaikan, menjelang Lebaran ada beberapa produk kosmetik yang mencatatkan peningkatan. Selain itu, penjualan perseroan yang biasanya naik menjelang Lebaran adalah Blue Band. Akan tetapi, Unilever berencana melakukan divestasi, sesuai dengan kebijakan global. Dengan demikian, divestasi segmen pembuatan kue, margarin dan minyak samin (spreads) hingga 15 unit SKU.

Kendati begitu, pihaknya akan menambah sebanyak 40-45 proyek pada tahun ini. Dalam satu projek, perseroan akan biasanya terdiri dari 4-5 SKU. Misalnya, untuk produk hijab fresh, Unilever juga telah telah meluncurkan 4-5 SKU. ''Hingga akhir tahun, jumlah SKU bisa 1.000 SKU. Divestasi spreads bisa mengurangi 15 SKU,'' katanya.

Sancoyo menjelaskan, bila perseroan merilis satu SKU baru, maka akan menghapus satu SKU yang lama. Bila tidak ada penghapusan SKU lama, maka salesman akan kesulitan dalam menjual produk-produk Unilever. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #unilever-indonesia 

Berita Terkait

IKLAN