Jumat, 21 September 2018 09:18 WIB
pmk

Ekonomi

Soal Importir Nakal, HKTI Dukung Kementan

Redaktur: Riznal Faisal

Sekjen HKTI Bambang Budi Waluyo dukung Kementan tindak importir nakal. Deri/indopos

INDOPOS.CO.ID - Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Mayjen (Purn) Bambang  Budi Waluyo mendukung sikap tegas Kementerian Pertanian yang mem-blacklist  lima perusahaan importir bawang bombai mini. Mereka juga akan melaporkan kasus ini ke Mabes Polri.

Pasalnya, ulah importir nakal itu sangat merugikan petani. Bagaimana tidak? Selain produksi dalam negeri sudah surplus, dan sudah ekspor, impor ilegal, sangat merugikan petani.  Sejak 2016, Kementan juga  tidak lagi mengeluarkan rekomendasi impor produk hortikultura bawang merah.

"Kalau impor harus berkualitas, jangan bawang bombai. Impor yang  tidak merugikan petani Indonesia dan kita benar-benar membutuhkan. Jangan seperti sekarang, sudah surplus malah impor," ujar Bambang ditemui di JCC, Senin (25/6).

Dia menyebutkan, dengan adanya impor ilegal, akan membuat harga produk pertanian jatuh. "Kalau saat panen, biasanya harga jadi turun. Itu salah satu masalah yang dihadapi petani," jelas Bambang.

Menurut Bambang, petani kalau ada impor pasti merasakan itu. Misal, bawang merah. "Tapi, kalau bawang putih, kita memang masih kurang. HKTI visi misinya sebagai jembatan petani. Supaya sejahtera dan kaya," tegas Bambang.

Dia menambahkan, HKTI  tujuan bukan ketahanan pangan. Sebab, kalau ketahanan pangan, kurang bisa impor. "Tapi, kedaulatan pangan. Bisa mandiri dan menjadi lumbung pangan Asia dan bahkan dunia," pungkasnya. (dai)

 

 

 

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #hkti #kementan #importir-nakal 

Berita Terkait

IKLAN