Selasa, 13 November 2018 01:28 WIB
pmk

Indobisnis

Ini Cara Indonesia Minimalisir Ketergantungan Produk Impor

Redaktur: Ali Rahman

Proses pengolahan cairan infus yang berkualitas untuk mendukung kebutuhan masyarakat oleh B. Braun Indonesia. Foto: B. Braun Indonesia untuk INDOPOS.

INDOPOS.CO.ID – Berbagai upaya terus dilakukan dilakukan pemerintah dalam mendukung B. Braun Indonesia untuk meminimalisir ketergantungan produk impor, khususnya cairan infus.

Managing Director B. Braun Indonesia, Rainer Ruppel mengatakan, setelah resmi dibuka Menteri Kesehatan (Menkes) RI pada 27 Juli 2017 lalu, akhirnya B. Braun Indonesia dapat memulai produksi komersial pabrik cairannya di Karawang, Senin (25/6).

“Ketika produksi komersial mulai beroperasi, selain mampu meminimalisir ketergantungan terhadap produk impor, kami yakin Indonesia akan mampu mengubah posisinya menjadi negera pengekspor,” ujarnya kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Senin (25/6).

Artinya, Indonseia akan mampu mengantisipasi pasokan kebutuhan medis di masa depan. Saat ini, fasilitas manufakturing produk pharmaceutical itu akan memproduksi lebih dari satu juta botol per bulan untuk mendukung kebutuhan masyarakat akan cairan infus yang berkualitas namun tetap terjangkau.

Investasi B. Braun pada fasilitas manufakturing ini bersinergi dengan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 6 tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Keseahatan, serta Peraturan Menkes RI nomor 17 tahun 2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Adapun fasilitas tersebut dibangun di area seluas 19 hektare dengan nilai investasi lebih dari Rp 1 triliun. Fasilitas ini memiliki teknologi bangunan dan produksi terkini serta telah tersertifikasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 30 Januari 2018.

“Untuk kapasitas produksi tahunannya mampu menembus angka 15 juta botol untuk tahap satu dan 50 juta botol untuk tahap dua mendatang,” sebutnya.

Fasilitas manufakturing ini memproduksi Ecosol Ringer Lactate, Ecosol Sodium Chloride 0,9 persen, Ecosol Glucose 5 persen, Ecosol Glucose 10 persen, Ecosol Glucose 5 persen, Sodium Chloride 0,9 persen, Ecosol Water for Injection, dan Sterofundin ISO.

Pastinya, sudah hampir 40 tahun B. Braun hidup di Indonesia meengimplementasikan visinya untuk melindungi dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Di sini B. Braun meneruskan komitmennya bagi bangsa dengan memulai produksi komersial fasilitas manufakturing di Cikampek, Karawang.

“Kami akan terus berusaha menyediakan produk dan layanan yang terbaik, dengan fokus utama pada optimisasi proses, keamanan, kemitraan, dan kemajuan,” pungkasnya. (iwk)

 

 

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #b-braun-indonesia #rainer-ruppel 

Berita Terkait

IKLAN