Minggu, 23 September 2018 03:46 WIB
pmk

Hukum

Kasus Lahan Fiktif, KPK Periksa Calon Gubernur Maluku Utara

Redaktur: Riznal Faisal

Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat melakukan konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada beberapa waktu lalu. Emanuel Liu/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan kepada calon Gubernur Maluku Utara  Ahmad Hidayat Mus (AHM)  sebagai tersangka kasus pembebasan lahan fiktif di Kabupaten Kepulauan Sula tahun 2005-2010 lalu.

"Hari ini AHM (Ahmad Hidayat Mus) diagendakan diperiksa sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada media  di Gedung Merah Putih,  Jalan Kuningan Persada,  Senin (25/6).

Menurut Febri,  hingga saat ini belum ada informasi terkait dengan penahanan dan masih dijadwalkan menjalani pemeriksaan.

"Seperti yang dulu juga sudah kita sampaikan, ketika KPK mengumumkan ada tersangka baru, mereka kita proses karena posisinya sebagai penyelenggara negara. Jadi bukan sebagai pihak-pihak lain, termasuk juga kalo kebetulan ada yang sebagai calon kepala daerah kami tentu tidak memproses karena posisi tersebut. Ini kan penetapan tersangkanya bukan hari ini, tapi beberapa hari yang lalu,"tegas Febri.

Saat ini Ahmad berstatus sebagai calon gubernur Maluku Utara. Ini merupakan pemanggilan perdana Ahmad sebagai tersangka. Ahmad diumumkan sebagai tersangka pada Jumat (16/3) bersama adiknya, Zainal Mus.

Keduanya diduga melakukan korupsi dengan modus pengadaan proyek fiktif, yaitu pembebasan lahan Bandara Bobong pada APBD Kabupaten Kepulauan Sula 2009. Saat itu, Ahmad berstatus sebagai bupati Kabupaten Kepulauan Sula 2005-2010, sedangkan Zainal selaku ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sula 2009-2014.(nue)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gubernur-maluku-utara #kpk 

Berita Terkait

IKLAN