Sabtu, 22 September 2018 10:41 WIB
pmk

Hukum

Dituding Pungli, KCD Disdikbud Siap Tempuh Jalur Hukum

Redaktur: Riznal Faisal

Sargawi, kepala KCD Disdikbud Kabupaten Lebak Foto/yasril chaniago/indopos

INDOPOS.CO.ID- Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lebak, Sargawi, siap menempuh jalur hukum atas sejumlah tudingan pungutan liar (Pungli) yang diarahkan kepadanya. Sargawi gerah dituduh meminta tunjangan hari raya (THR) kepada kepala SMA/SMK di Kabupaten Lebak.

“Saya tidak pernah meminta THR kepada para kepala sekolah. Tudingan tersebut merupakan fitnah kepada diri saya,” ujar Sargawi kepada INDOPOS, Senin (25/6).

Dia mengatakan, tudingan pungli untuk THR tersebut berawal adanya rapat antara KCD dengan para kepala sekolah dalam mensosialiasikan Program Indonesia Pintar (PIP), Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dan program sekolah SMA/SMK gratis yang dicanangkan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim di salah satu SMA di Rangkasbitung.

 “Silakan dicek ke seluruh SMA dan SMK di Kabupaten Lebak, siapa yang dimintai THR atau yang memberikan uang THR kepada saya. Semua itu adalah fitnah,” tegasnya.

Dia mengaku sudah mengklarifikasi semua tuduhan tersebut kepada Inspektorat Banten, dan hingga kini tidak ada satupun bukti dirinya meminta uang THR kepada para kepala sekolah. ”Saya sudah klarifikasi semua tuduhan tersebut kepada inspektorat,” imbuhnya.

Sargawi tidak menampik, kemungkinan adanya pengumpulan uang oleh para kepala sekolah untuk kegiatan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang tidak ada dalam anggaran dana BOS. ”Memang pernah saya dengar itu ada pengumpulan uang untuk FLS2N, namun itu adalah kewenangan dari masing masing sekolah dan KCD tidak ikut-ikutan,” pungkasnya.

Kepala SMAN 3 Rangkasbitung, Ucu Lena Murtadewi yang juga ketua Wilayah Binaan (Wilbi) I ketika dikonfirmasi INDOPOS juga mengaku terkejut adanya isu permintaan uang THR oleh kepala KCD Disdikbud Cabang Lebak.

“Kami para kepala sekolah di Wilbi I tidak pernah diminta uang THR atau memberikan uang THR kepada kepala KCD.Itu semuanya fitnah, dengan tujuan untuk mengadu domba antara kepala KCD dengan kepala sekolah,” terang Ucu.

Terpisah, Kepala Inspektorat Banten Kusmayadi menjelaskan, pihaknya telah memeriksa sejumlah kepala sekolah di Kabupaten Lebak terkait tudingan  Pungli yang dituduhkan kepada kepala KCD Disdikbud Lebak

Dia kini masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim pemeriksa. "Dugaan pungli yang dilakukan KCD Lebak itu berawal dari laporan sejumlah pengelola sekolah kepada Inspektorat Provinsi Banten," ujar Kusmayadi. (yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #disdikbud-kabupaten-lebak #pungli 

Berita Terkait

Pemkot Tangerang Segera Copot Lurah Paninggilan

Banten Raya

Pungli Angkot, Delapan Oknum Dishub Kena OTT

Megapolitan

Duh Kepala BPN Sorong Kena OTT Saber Pungli

Nusantara

Kasat Lantas Polres Bekasi Kota Dicopot

Megapolitan

IKLAN