Rabu, 26 September 2018 12:11 WIB
pmk

Nasional

Kritik Aparat Berpihak, Aktivis 98 Sarankan SBY Lapor Bawaslu

Redaktur: Redjo Prahananda

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono. Foto : INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (Jari 98) mengkritisi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal ada oknum di Polri, TNI, dan Badan Intelijen Negara (BIN), tidak netral dalam Pilkada serentak 2018. 

Ketua Presidium Jari, 98 Willy Prakarsa menuturkan, apabila SBY memiliki bukti, sebaiknya melaporkan hal tersebut ke aparat terkait guna ditindaklanjuti. Sehingga tidak ada saling tuding dan memicu kegaduhan jelang Pilkada serentak 2018 tinggal menghitung hari.  

“Kalau menurut saya Polri,TNI dan BIN itu netral kok. Kalau memang ada kenapa tidak dilaporkan saja ke Bawaslu  ada keterlibatan oknum yang dimaksud. Tidak baik lagi tenang tiba-tiba ada kesan gaduh," kata Willy, lewat keterangan persnya di Jakarta, Senin (25/6).

Sebagai negarawan, SBY meski ikut bersama rakyat menjaga situasi kondusif di Pilkada serentak 2018 nanti. "Jadi ciptakan suasana kondusif bukan sebaliknya khawatir ada kesan nantinya mengganggu stabilitas keamanan Negara. Jari 98 nilai SBY is the best,namun jauh lebih baik bersama ciptakan kedamaian. Jangan buat gaduh.”

Sebelumnya SBY mengkritik ketidaknetralan aparatur negara BIN, TNI, dan Polri dalam kontestasi pilkad 2018. "Yang saya sampaikan bukan isapan jempol apalagi mendramatisir. Ini yang saya sampaikan cerita tentang oknum. Ini nyata kejadiannya, bukan hoax," ucap SBY, saat konferensi pers kampanye akbar pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, di Hotel Santika, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/6). (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kritik-aparat-berpihak #sby #aktivis-98 #pilkada-serentak-2018 

Berita Terkait

PD Benarkan SBY Diminta Jadi Penasehat Prabowo

Politik

SBY Absen di Sidang Tahunan

Nasional

Ini Alasan SBY tak Antar Prabowo Daftar Capres

Politik

IKLAN