Jumat, 16 November 2018 09:32 WIB
pmk

Indobisnis

Bikin Surplus Perdagangan, Dukung Sektor Riil Berorientasi Ekspor

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Pemerintah perlu terus menggenjot ekspor. Pasalnya, neraca perdagangan saat ini masih belum beranjak juga dari defisit. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2018 mengalami defisit sebesar USD1,52 miliar. Pada bulan April 2018, juga defisit USD1,63 miliar.

Namun begitu, Kementerian Keuangan mencatat komponen yang di impor terkait pembangunan infrastruktur. Jadi kalau sekarang impor, itu nanti akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dalam jangka pendek diterima, panjang Defisit sebagian besar karena di migas. Ini mencerminkan, impor migas membesar.

"Kenaikan impor itu yang menunjang sektor produksi. Kita fokus menggenjot ekspor termasuk pariwisata," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, di kantornya, Senin (25/6).

Ia menambahkan, dibanding tahun lalu, ekspor juga meningkat. Hal itu merupakan tren yang baik untuk dipacu terus ekspornya. Kedepan, produk yang bisa dihasilkan, akan dibuat. Sehingga mengurangi ketergantungan impor."Kita juga mendukung sektor riil. Terutama yang bersifat ekspor oriented," jelas Sri Mulyani.

Ia menambahkan, pemerintah juga memberikan insensif pajak buat industri atau pariwisata yang menghasilkan devisa. Sehingga sektor yang menghasilkan devisa akan semakin meningkat. Menurutnya pariwisata adalah sektor yang dapat menyumbang devisa cukup besar. 

Banyak turis mancanegara yang datang. Sayangnya, orang Indonesia juga senang liburan di luar negeri."Pariwisata, kalau bukan kedinasan, prioritaskan pariwisata di dalam negeri saja," pungkas Sri Mulyani. 

Sementara itu, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, realisasi neraca perdagangan yang mengalami defisit pada periode disebabkan karena kenaikan impor yang sangat tinggi pada periode tersebut. 

Adapun total impor pada Mei 2018 yakni sebesar USD17,64 miliar atau naik 9,17 persen dibanding April 2018. "Sementara total ekspor Indonesia pada periode tersebut mencapai USD16,12 miliar atau meningkat sebesar 10,90 persen dibanding ekspor April 2018," pungkasnya. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dukung-sektor-riil-berorientasi-ekspor #surplus-perdagangan 

Berita Terkait

IKLAN