X CLOSE Laporan Kinerja DKPP
Rabu, 19 Desember 2018 12:26 WIB

Nusantara

PILKADA TARAKAN - Badrun-Ince Maafkan Pelaku Penyebar Fitnah

Redaktur:

MAAFKAN - Badrun-Ince

INDOPOS.CO.ID – Pasangan Calon (paslon) Walikota-Wakil Walikota Tarakan Nomor urut 3 (tiga) Badrun-Ince, memaafkan pelaku penyebar selebaran gelap yang memfitnah mereka. Sebagai muslim, Badrun-Ince memilih keutamaan dari tiga tingkatan sikap ketika dizolimi, yakni memaafkan dan berbuat baik kepada orang yang telah berbuat buruk kepadanya.

“Saya dan Pak Ince, sudah memaafkan mereka yang menyebar fitnah kepada kami. Semoga Allah mengampuni dosa mereka dan memberi semua kebaikan kepada kami,” kata Badrun, kepada INDOPOS, Selasa (26/6).

Menurut Badrun, dalam Islam, saat seseorang dizalimi atau disakiti orang lain, ada tiga sikap dalam meresponnya. Pertama, membalasnya secara berlebihan. Kedua, membalas sekadar dengan kezaliman tersebut. Ketiga, bersabar, memaafkan dan membuat perbaikan. Ini menurut Badrun, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Syura ayat 40.

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.  Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim,” kata Badrun mengutip Surat Al-Syura ayat 40.

Dalam ayat ini menurut Badrun, disebutkan tiga tingkatan dalam merespon tindak kezaliman, yakni adil, utama, dan zalim. “Kami memilih tingkat utama, yakni memaafkan dan berbuat baik kepada orang yang telah berbuat buruk kepada kami. Ini ditunjukkan oleh kalimat, ‘Maka Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah’. Artinya, Allah akan memberikan ganjaran yang besar dan pahala yang banyak kepada kami. Allahu Akbar,” kata Badrun.

Lantas, apakah secara hukum, Badrun-Ince juga memaafkannya dengan tidak memproses perkaranya? “Soal ini, kami serahkan ke Bawaslu. Karena laporannya sudah masuk,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, memasuki masa tenang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan, ditemukan selebaran gelap berisi isu SARA, menyerang pasangan Badrun-Ince (Bais). Pasangan nomor 3 (tiga) ini memang disebut-sebut unggul dalam berbagai survey, sehingga menjadi sasaran tembak pihak-pihak yang tidak menginginkan kemenangan tersebut.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menilai, selebaran yang dibagikan oknum tidak bertanggungjawab di Taman Berlabuh itu adalah pelanggaran. Bawaslu selanjutnya melakukan penyidikan. “Itu termasuk pelanggaran larangan dalam kampanye. Kalau terbukti, kami akan melaporkan hal itu kepada kepolisian untuk menjaga stabilitas pemilu,” kata Ketua Bawaslu Tarakan Sulaiman.

Sementara, Ketua Harian Tim Pemenangan Bais, Hasan Basri yang dihubungi INDOPOS mengakui, sudah menerima laporan tentang selebaran gelap tersebut. Ia tentu menyesalkan adanya gerakan kotor tersebut. Ini kata dia, sebagai bentuk ketakutan pihak tertentu atas kemenangan Badrun-Ince.

Hasan mengakui, dalam sepekan ini, eforia kemenangan Badrun-Ince memang semakin menguat di masyarakat. Ini didukung hasil survey internal tim Bais, yang semakin membangun optimisme kemenangan itu. Sehingga pihak yang tidak senang dengan situasi tersebut, melakukan aksi-aksi kotor, ingin menggagalkan kemenangan tersebut.

“Selama ini tidak ada masalah di Tarakan. Kampanye berjalan damai, aman. Dengan sesama pasangan calon juga tidak ada masalah. Ketika kabar kemenangan Badrun-Ince semakin menguat di tengah masyarakat, ada pihak yang ingin bermain kotor, mendzolimi Badrun-Ince. Ini tentu tidak bisa ditolerir. Akan merusak kedamaian kota Tarakan,” tegas Hasan, kepada INDOPOS, Senin (25/6). (esa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilkada-tarakan #tarakan #badrun-ince 

Berita Terkait

IKLAN