Rabu, 26 September 2018 08:05 WIB
pmk

Piala Dunia 2018

Lihat Messi dkk Dibantai Kroasia dan Inggris yang Benar-Benar Hot

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge

SELEMPARAN BATU - Pemandangan di sebuah Metro sebagai Salah satu akses transportasi Kota Moskow. Foto AFP

INDOPOS.CO.ID - Saya harus ke Nizhny Novgorod untuk meliput langsung dua pertandingan. Yakni, Argentina versus Krosia (21/6) dan Inggris melawan Panama (24/6). Saya sudah memilih dua laga tersebut sejak sebelum terbang ke Rusia. Karena disetujui FIFA, tidak ada alasan untuk tidak datang. Kalau tiba-tiba membatalkannya tanpa alasan, bisa-bisa saya tidak mendapatkan kesempatan untuk meliput pertandingan-pertandingan lain. Terus, saya mau nulisapa? Sayang, kan?

Jarak antara Moskow ke Nizny sekitar 417 km. Awalnya, saya berencana naik pesawat. Tidak lama. Hanya sejam. Namun, saya tidak mendapatkan jadwal penerbangan yang pas. Pilihan berikutnya adalah kereta api. Lebih murah. Tapi, makan waktu lebih lama. Ada yang empat jam. Ada yang lebih. Bergantung jenis kereta yang dipilih.

Sebenarnya ada fasilitas kereta gratis untuk media dan suporter pemilik FAN ID. Namun, kuotanya terbatas. Tidak banyak. Harus booking dulu. Siapa cepat, dia dapat. Untung-untungan.

Benar saja, tingginya animo fans membuat kuota tiket kereta gratis itu langsung ludes. Tak ada pilihan lain, saya harus naik kereta berbayar. Rangkaian kereta sebanyak 20 gerbong. Semuanya penuh! Mayoritas penumpang adalah fans Argentina dan Kroasia.

Setelah menempuh perjalanan selama enam jam, kereta tiba di Stasiun Nizhny pada Kamis dini hari (21/6). Masih gelap. Tidak bisa kemana-mana. Baru bisa check-in di apartemen pukul 14.00. Alhasil, istirahat di stasiun menjadi pilihan paling realistis. Apalagi, stasiunnya baru. Nyaman. Ada restoran yang buka 24 jam dan wifi gratis. Cocok!

Saat hari beranjak terang, Nizhny mulai bergeliat. Penjaga restoran berganti shift. Satu demi satu pegawai stasiun berdatangan. Penumpang semakin banyak. Kereta datang dan pergi.

Saya merasakan hal-hal yang berbeda dibandingkan Moskow. Nizhny lebih tenang. Lebih sepi tepatnya. Penduduknya memang hanya 1,2 juta jiwa. Sepersepuluh dari Moskow. Tapi, Nizhny adalah kota terbesar kelima di Rusia. Denyut kehidupan di Nizhny berjalan pelan. Santai. Teratur. Tidak seperti di Moskow yang semuanya serba tergesa-gesa seperti dikejar deadline.

Layaknya Moskow, Nizhny juga punya Metro alias kereta api bawah tanah. Tapi, hanya ada dua jalur. biru dan cokelat. Salah satu stasiunnya dibangun khusus untuk Piala Dunia 2018. Yakni, Strelka. Lokasinya hanya selemparan batu dari Stadion Nizhny Novgorod. Stasiun Strelka dibuka 12 Juni, dua hari sebelum kickoff Piala Dunia 2018.

Nizhny dibelah oleh Sungai Oka. Ada tiga jembatan yang menghubungkan dua sisi kota. Kremlin, kantor pemerintahan, dan pusat bisnis ada di sisi utara. Sementara itu, sisi selatan didominasi permukiman dan kawasan industri.

Warga Nizhny juga ramah. Saya merasakan hal itu dalam beberapa kali interaksi. Salah satunya dengan Dimitry, sang pemilik apartemen. Kebetulan, dia bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Jadinya nyambung. Saat saya kesasar mencari alamat, Dimitry langsung sigap. ''Jangan kemana-mana. Tetap di tempat itu. Saya panggilkan taksi untuk Anda,'' katanya. Benar saja. Tidak lama berselang, mobil sedan merah datang menjemput saya. Alhamdulillah.

Pilihan untuk ke Nihzny rasanya memang tidak salah. Selain merasakan keramahan warga dan suasanan kota yang nyaman, dua pertandingan yang saya tonton sama-sama seru. Melihat langsung Lionel Messi dkk dibungkam Kroasia tiga gol tanpa balas dan menjadi saksi kehebatan Inggris mencetak rekor kemenangan di Piala Dunia 2018. Lebih penting lagi, saya dapat bahan tulisan... hehe… (candra wahyudi dari moskow)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #piala-dunia-2018 #timnas-inggris #timnas-argentina 

Berita Terkait

IKLAN