Rabu, 26 September 2018 10:05 WIB
pmk

Kesehatan

Deteksi Dini Kanker Usus Besar dengan ProHealthy Gut

Redaktur: Wahyu Sakti Awan

Direktur Utama Dewi Muliaty. Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID – PT Prodia Widyahusada Tbk kini punya  alat kesehatan baru bernama ProHealthy Gut. Alat ini untuk pemeriksaan kesehatan pencernaan. Pemeriksaan ProHealthy Gut dapat melihat kandungan  zat zat yang dihasilkan oleh bakteri saluran cerna yaitu Short Chain Fatty Acid (SCFA).

Keberadaan SCFA sebagai penanda aktivitas usus ini memiliki peranan penting dalam kesehatan saluran pencernaan. Saat ini, Prodia merupakan satu-satunya laboratorium klinik di Indonesia yang dapat melakukan pemeriksaan ProHealthy Gut.

”Dengan ProHealthy Gut, saat ini masyarakat khususnya pelanggan setia Prodia dapat memeriksakan kesehatan pencernaanya lebih dini. Kami berharap pemeriksaan ProHealthy Gut ini dapat memberikan solusi atas kesehatan pencernaan kita. Ke depannya, kami senantiasa berinovasi untuk melengkapi tes dan panel pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat Indonesia,” tutur Direktur Utama Dewi Muliaty.

Menurutnya, pencernaan merupakan pintu gerbang tubuh terhadap berbagai paparan yang dapat menganggu keseimbangan bakteri dalam pencernaan, baik bakteri baik maupun bakteri jahat. Gangguan keseimbangan antara bakteri jahat dan bakteri baik  mempengaruhi jumlah SCFA yang dihasilkan.

Perubahan ini memberikan berbagai macam efek lanjutan seperti kanker kolorektal salah satunya. Di Indonesia, kanker kolorektal atau yang lebih dikenal dengan kanker usus besar menempati urutan ketiga untuk penyakit kanker yang paling sering menyerang setelah kanker paru dan kanker payudara.

Menurut informasi yang dikeluarkan oleh Instalasi Deteksi Dini dan Promosi Kesehatan RS Kanker Dharmais, kanker usus besar termasuk dalam daftar sepuluh besar penyakit kanker yang paling banyak terjadi dalam kurun waktu empat tahun berturut-turut dari tahun 2010-2013.

Berdasarkan data dari Globocan 2012, insiden kanker kolorektal atau kanker usus besar di Indonesia adalah 12,8 per 100.000 penduduk usia dewasa dengan mortalitas 9.5 persen dari seluruh kasus kanker.

Di Indonesia, kejadian kanker kolorektal  lebih sering terjadi secara sporadik yang berarti tidak ada riwayat dalam keluarga tetapi dalam perjalanannya menjadi kanker. Gaya hidup yang kurang sehat, kurang berolahraga, pola makan yang kurang serat, kebiasaan merokok, merupakan salah satu pemicu kanker kolorektal sehingga angka kejadian kanker kolorektal di usia muda meningkat. Berdasarkan penelitian, kurang lebih 30 perseb penderita kanker kolorektal di Indonesia berusia di bawah 40 tahun.

Product Manager Prodia Trilis Yulianti menjelaskan, pemeriksaan ProHealthy Gut penting dilakukan untuk melihat kandungan SCFA  yang berfungsi menurunkan pH untuk menghambat pertumbuhan bakteri jahat. Bakteri penghasil SCFA terbanyak adalah Lactobacillus dan Bifidobacterium, di mana kedua bakteri ini adalah kelompok bakteri baik.

”Oleh sebab itu secara tidak langsung SCFA menggambarkan keseimbangan bakteri baik dan jahat dalam pencernaan,” jelas Trilis.

”Beberapa kondisi yang memiliki risiko terjadi ketidakseimbangan bakteri baik dan bakteri jahat adalah pola makan rendah serat, kegemukan, penyandang diabetes, kanker kolorektal, Irritable bowel syndrome (IBS), konsumsi antibiotic dan lain lain,” tambah Trilis. 

Pemeriksaan ProHealthy Gut dapat dilakukan pada seluruh cabang Prodia mulai tahun 2018. Sebelumnya pada tahun 2017, Prodia telah meluncurkan panel pemeriksaan Marathon Fit Panel bagi pecinta olahraga lari dan tes pemeriksaan ProSafe untuk memprediksi risiko kehamilan bayi down syndrome. (wsa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #prodia 

Berita Terkait

IKLAN