Selasa, 20 November 2018 01:24 WIB
pmk

Megapolitan

Dukung Calon Tertentu, Lurah Terancam Sanksi

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Lurah Babakan Heri Eriyadi terancam mendapatkan Sanski tegas jika terbukti melakukan pelanggaran etika Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memihak salah satu pasangan calon yang maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bogor.

Ketua Panwaslu Kota Bogor Yustinus Eliyas Mau mengatakan berdasarkan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/71/M.SM.00.00/2017 tentang Pelaksanaan Netralitas Bagi ASN pada Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018, Pileg dan Pilpres 2019, Heri terancam dikenakan sanksi penurunan jabatan.

Tak hanya itu Lurah Babakan itu juga terancam tidak mendapatkan gaji selama satu tahun lamanya. ”Yang paling berat adalah pemecatan dari ASN,” ujarnya kepada wartawan usai melakukan pemeriksaan terhadap Edi Eriyadi, Senin (25/6).

Untuk diketahui, Lurah Babakan Kota Bogor membuat heboh media sosial Instagram. Pasalnya, Heri yang juga ASN di Kota Bogor membuat status terkesan mengajak atau mempromosikan salah satu paslon.

Ketika dikonfirmasi, Heri Eriyadi membenarkan status tersebut. ”Ya, siap itu status pribadi saya, sebagai warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih juga, nanti saya bisa jelaskan kepada instansi terkait,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Sabtu (23/6).

Untuk diketahui, dalam PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS pasal 4 ayat 15 huruf d menyebutkan setiap PNS dilarang mengadakan kegiatan yang  mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta Pemilu.

Baik itu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, atau pemberian barang kepada PNS dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat. (adi/pj/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilkada-serentak-2018 

Berita Terkait

IKLAN