Jumat, 16 November 2018 11:18 WIB
pmk

Megapolitan

Kota Bekasi Darurat Lahan TPA Sampah

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID – Kebutuhan lahan untuk pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi nyaris habis. Padahal, baru saja pemerintah daerah setempat menambah lahan seluas 3,5 hektare untuk lokasi pembuangan baru sampah untuk warganya.

Tapi, meski 3,5 hektare lahan baru yang kini nyaris habis lahannya digunakan menimbun ribuan ton sampah, ternyata hingga kini lahan itu belum dibayarkan pemerintah daerah setempat kepada pemilik lahan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Luthfi membenarkan kalau lahan seluas 3,5 hektare yang sudah dipakai untuk membuang ribuan ton sampah itu memang belum dibayarkan.

”Memang sudah nyaris habis lahan seluas 3,5 hektare yang dipakai untuk buang sampah yang baru dibeli belum lama ini. Tapi sisanya tinggal sedikit yang belum terpakai untuk membuang sampah. Lahan memang belum dibayarkan tapi sudah digunakan untuk membuang sampah,” terang, Senin (25/6).

Bahkan, katanya juga, sang pemilik lahan seluas 3,5 hektare itu sudah menegur pemerintah daerah untuk segera membayarkan uang pembelian lahan tersebut. ”Teguran itu terjadi sekitar dua hari menjelang Lebaran. Berupa surat teguran pertama, belum berupa tindakan,” terangnya juga.

Sebenarnya, ujarnya juga, yang melakukan pembelian dan pembayaran lahan TPA Sumur Batu ada di organisasi perangkat daerah (OPD) lain. Luthfi mengaku pihaknya hanya selaku pengguna lahan. "Kami tidak mengetahui soal pembelian lahan seluas 3,5 hektare itu. Tapi surat teguran itu datang ke kami," cetusnya.

Perlu diketahui, lahan seluas 3,5 hektare itu pembeliannya dianggarkan melalui APBD 2017 Kota Bekasi sebesar Rp 31 miliar. Namun, uang pembelian itu tak kunjung dibayar pemerintah daerah sehingga pemilik lahan berkirim surat teguran pertama agar Pemkot Bekasi segera memberikan haknya tersebut.

Luthfi mengaku, akibat penyempitan lahan, gundukan sampah di TPA Sumur Batu milik Pemkot Bekasi sudah mencapai 20 meter. Padahal, satu bulan lalu ketinggian sampah hanya 10 meter. ”Volume sampah kita sangat besar makanya tumpukan sampah cepat meninggi. Perlu solusi," paparnya.

Luthfi juga menambahkan, dengan akan habisnya lahan seluas 3,5 hektare itu pihaknya mengatasi sampah baru yang masuk dengan pemerataan di atas lahan yang sekarang beroperasi. ”Lahan dipadatkan dan bisa digunakan untuk membuang sampah lagi,” cetusnya.

Sebab, pembelian lahan baru untuk pembuangan sampah tambahan di TPA Sumur Batu masih menunggu alokasi anggaran dari APBD. ”Lahan yang bakal dibeli sih sudah ada, tapi kan belum ada dananya. Tunggu tahun anggaran baru,” paparnya juga.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi Sopandi Budiman mengaku, belum mengetahui masalah belum dibayarkannya pembelian lahan seluas 3,5 hektare di TPA Sumur Batu tersebut. Dia berdalih baru akan mengecek soal pembayaran tersebut. ”Coba tanyakan dulu ke dinas terkait. Saya akan cek dulu soal rencana alokasi anggaran tersebut," ujarnya.

Terpisah, Pengamat Perkotaani Unisma 45 Bekasi, Adi Susila mengaku fenomena gundukan sampah di TPA Sumut Batu langsung terjadi setiap ada pembelian lahan baru. Pasalnya, belum ada program industrilisasi sampah yang dilakukan Pemkot Bekasi. ”Kalau saja ada industrialisasi sampah kita tidak perlu memikirkan lahan baru,” terangnya.

Apalagi sampah yang dibuang ke TPA Sumur Batu, kata Adi juga, sangat besar jumlahnya. Yakni mencapai 800 ton setiapn harinya. ”Jumlah itu baru separuh produksi sampah milik masyarakat. Kalau jumlah produksi sampah setiap hari mencapai 1.500 ton,” cetusnya. (dny)

Kondisi Lahan TPA Sumur Batu

 

Volume sampah warga

-Jumlah sampah               : 1.500 ton per hari

-Terangkut ke TPA          : 800 ton per hari

-Tak terangkut                  : 700 ton per hari

 

Luas Lahan

-Lahan yang ada :  15,8 hektare (overload)

 Terbagi              : -Zona 1, 2, 3, 4 dan zona 5A sampai

  5D (tidak aktif ) ketinggian sampah

                              mencapai 20 meter

-Lahan tambahan       : 6.000 meter persegi

                             -Zona VI (aktif) ketinggian sampah

                               mencapai 19 meter

-Lahan baru        : 3,5 hektare

                           -Zona VII (aktif) ketinggian sampah

                             sudah mencapai 20 meter

                           -Sisa lahan tinggal sedikit

 

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #sampah 

Berita Terkait

Inisiasi Gerakan Menabung Sampah

Ekonomi

Pemkot Bogor Tekan Produksi Sampah

Megapolitan

IKLAN