Kamis, 15 November 2018 07:53 WIB
pmk

Kesehatan

Pahami Prosesur UGD yang Benar

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Unit Gawat Darurat (UGD) merupakan gerbang utama rumah sakit yang selama 24 jam dapat melayani pasien. Apabila terjadi peningkatan drastis pada jumlah pasien melalui unit ini, maka akan terjadi kepadatan (overcrowding) di UGD, sehingga diperlukan metode pelayanan untuk menentukan kategori pasien yang menjadi prioritas sejak awal kedatangan.

Ketepatan dalam menentukan prioritas pasien, membantu menjaga kualitas pelayanan agar dapat fokus menangani kasus yang benar-benar gawat atau tidak sadarkan diri, serta mengalihkan kasus yang tidak gawat atau lebih ringan ke fasilitas dan pelayanan kesehatan yang sesuai.

“Kecelakaan/trauma dapat terjadi kapan pun, dimana pun, dan kepada siapa pun. Trauma merupakan penyebab kematian terbesar, terutama pada usia muda. Diperkirakan kasus kematian akibat trauma mencapai 5 juta orang/ tahun pada tahun 1990- an dan akan meningkat mencapai 8 juta orang/tahun pada 2020,” kata Dr dr Wahyuni Dian Purwati, SpEM selaku Head of Emergency Department Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), Jakarta Barat (26/6).

Dia menambahkan, lebih dari 30 persen penyebab kematian karena trauma dan perdarahan. Hal ini disebabkan oleh pertolongan dan penanganan yang kurang tepat dan cepat. Oleh karena itu, penting sekali bagi korban kecelakaan untuk segera dibawa ke rumah sakit yang mempunyai sarana yang memadai.

Pasien trauma memerlukan evaluasi dan manajemen jalan napas, bantuan pernapasan, penanganan kasus perdarahan, dan transportasi yang cepat, sigap dan aman dari lokasi kejadian menuju rumah sakit. SHKJ berkomitmen untuk mengirimkan rapid response ambulance dalam waktu 3 menit setelah telepon diterima.

Rapid Response Mobile Hospital dilengkapi dengan dokter, perawat, obat-obatan, dan peralatan yang menunjang kondisi pasien selama berada di dalam ambulance. Tim medis juga akan terus berkomunikasi dengan pihak rumah sakit selama perjalanan untuk memastikan pelayanan tindakan medis yang sesuai ketika pasien tiba di rumah sakit.

Ambulan SHKJ sudah dipusatkan oleh Siloam Ambulance Center (SAC), sehingga pasien atau keluarga pasien yang membutuhkan layanan ambulan dapat langsung menghubungi 1-500-911 dan SAC akan langsung menghubungi Siloam Hospitals terdekat, sehingga pasien dapat langsung ditangani dengan baik.

Pasien yang datang ke UGD harus melewatitriage, yaitu proses penilaian kondisi pasien untuk menentukan tingkat kegawatdaruratan. Pasien akan ditangani berdasarkan tiga kategoritriage. Triage 1, yaitu pasien dengan kondisi yang mengancam nyawa atau kehilangan fungsi anggota tubuh dan memerlukan tindakan/intervensi segera (agresif) dengan waktu tunggu 0 menit.

Triage 2 adalah pasien dengan kondisi yang tidak mengancam jiwa, tetapi memiliki potensi ancaman terhadap fungsi anggota tubuh dan memerlukan tindakan/intervensi medis yang cepat dengan waktu tunggu 0-5 menit.

Kemudian, triage 3 adalah pasien dengan kondisi akut, tetapi tidak mendesak (stabil), tidak ada potensi untuk mengalami perburukan, dan tidak memerlukan tindakan/intervensi medis segera dengan waktu tunggu 5-15 menit. Pasien yang digolongkan ke dalam kategori triage 1 dan 2 akan ditangani di UGD, sedangkan pasien dengan kategori triage 3 akan diarahkan ke poliklinik untuk layanan kesehatan lanjutan. Tim dokter yang tergabung dalam UGD SHKJ telah tersertifikasi dengan Advanced Cardiovascular Life Support (ACLS) danAdvanced Trauma Life Support (ATLS).

Selain itu, seluruh tim UGD SHKJ juga tersertifikasi pelatihan Emergency Medical Technician–Paramedic, Advanced dan Fundamental untuk memastikan dokter dan perawat siap melakukan tindakan pada kasus kegawatdaruratan secara tepat, cepat dan aman baik di area pra-rumah sakit, selama perjalanan dengan ambulan maupun di ruangan gawat darurat rumah sakit.

SHKJ merupakan rumah sakit yang berlokasi di Jakarta Barat, di sisi jalan tol Jakarta–Merak. Kini, SHKJ mengoperasikan rumah sakit modern dengan berbagai macam pelayanan klinis yang komprehensif dan beberapa pusat keunggulan yaitu jantung, orthopaedi, Unit Gawat Darurat (UGD), pencernaan, urologi, anak, dan saraf.

SHKJ juga telah meraih Grand Winner Asian Patient Safety Award dengan kategori Innovation in Safety Communication di India pada 5 September 2014 dan terakreditasi Joint Commission International (JCI) pada 13 Agustus 2016. Terakhir, SHKJ sudah lulus akreditasi Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan peringkat kelulusan Paripurna pada 18 Juli 2017. (dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #prosesur-ugd 

Berita Terkait

IKLAN