Kamis, 20 September 2018 10:02 WIB
pmk

Internasional

Trump Digugat 17 Negara Bagian

Redaktur:

Presiden AS Donald Trump. AFP PHOTO

INDOPOS.CO.ID – Kebijakan tanpa toleransi Presiden AS Donald Trump memicu perlawanan. Selasa (26/6) 17 negara bagian plus Distrik Kolombia menggugat ke pengadilan distrik di Seattle. Mereka beralasan bahwa kebijakan itu tidak sesuai undang-undang karena didasari rasa benci dan keinginan untuk melukai imigran dari Amerika Latin.

Gara-gara kebijakan kontroversial tersebut, lebih dari 2 ribu anak terpisah dari orang tuanya. Mereka dibawa ke berbagai penjuru negeri dan tinggal di tempat-tempat penampungan serta berbagai institusi lainnya.

Para imigran tanpa dokumen yang diadili tidak tahu-menahu di mana anak-anak mereka. Beberapa laporan menunjukkan anak-anak yang berusia 1–18 tahun itu tidur beralas tikar di lantai dan dipagari layaknya penjara.

Jaksa Agung Illinois Lisa Madigan menegaskan bahwa perintah eksekutif yang baru ditandatangani Trump juga tidak membuat keluarga yang tercerai berai itu bersatu. Mereka masih terpisah. ’’Itu juga tidak mencegah keluarga diceraiberaikan di masa depan,’’ tegas politikus Demokrat tersebut.

Sementara itu, Hakim Pengadilan Distrik California Dana Sabraw memutuskan bahwa otoritas di perbatasan harus mempertemukan anak-anak yang dipisahkan dengan orang tuanya. Batas waktunya 30 hari. Jika usia si anak di bawah 5 tahun, maksimal 14 hari. (sha/c15/dos/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #donald-trump 

Berita Terkait

Dikritik Keras Obama, Trump Ngantuk

Internasional

IKLAN