Kamis, 20 September 2018 07:56 WIB
pmk

Kesehatan

Prosedur Lasik Makin Diminati

Redaktur:

CEPAT-Proses lasik dengan metode bladeless di Klinik Mata Nusantara (KMN) sangat cepat dan minim risiko. Foto: BRIGITA SICILLIA/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Orang berkacamata jumlahnya meningkat. Mulai dari keluhan minus, silinder, hingga plus. Penyebabnya selain keturunan juga karena banyak melakukan aktivitas jarak dekat, seperti menulis, membaca, penggunaan komputer dan gawai.

Jika mata ingin kembali sehat dengan cepat, hanya ada satu cara, operasi. Operasi penghilangan ketergantungan pada kacamata dan lensa kontak dengan mengubah kelengkungan kornea menggunakan laser yang dikenal dengan prosedur Lasik (Laser Assisted in Situ Keratomileusis) banyak dipilih masyarakat.

Sebenarnya ada dua metode operasi untuk menghilangkan ketergantungan terhadap kacamata, yaitu operasi dengan pisau dan tanpa pisau (bladeless/ Lasik). Meskipun operasi dengan pisau bisa menekan biaya operasi hingga sepertiga Lasik, namun banyak orang lebih memilih teknologi bladeless.

Menurut data Klinik Mata Nusantara (KMN), pihaknya sudah melaksanakan operasi Lasik sebanyak 19.000 pasien sejak 2004. ”Jumlah pasien yang di-Lasik memang makin kesini demand-nya makin tinggi. Itu berarti, banyak orang yang ingin meninggalkan ketergantungan mereka terhadap kacamata,” jelas CEO KMN dr Rudy Cahyadi Susilo usai operasi Lasik kepada pesinetron Kevin Julio, Selasa (26/6) lalu.

Kenapa orang lebih memilih Lasik ketimbang pisau? Menurut dia, Lasik memiliki sejumlah keunggulan. ”Dengan laser, operasi berlangsung kurang dari 30 menit. Operasi juga minim risiko karena tingkat akurasi tinggi,” kata dia.

Ditambahkan dr Maya Suwandono, SpM yang melakukan operasi lasik kepada Kevin, seluruh proses dilakukan menggunakan lensa mikro dan tidak memberikan efek apapun setelahnya. Dia juga mengatakan, manfaat teknologi Lasik adalah proses kontrol dilakukan 100 persen oleh komputer.

”Jadi bisa menghasilkan flap dengan presisi yang sangat tinggi. Akurasinya sangat luar biasa,” imbuhnya.

Dr Maya menjelaskan, tidak semua orang berkacamata bisa melakukan prosedur Lasik. Pasien harus minimal berusia 18 tahun, kornea sehat, bola mata jernih, tidak mengidap diabetes dan penyakit autoimun.

”Kenapa harus minimal usia 18 tahun, karena diusia itu seharusnya perkembangan bola mata sudah berhenti. Sehingga, saat dilakukan prosedur Lasik, mata bisa kembali ke ukuran normal,” papar dia.

Sementara itu, Kevin Julio usai operasi mengatakan, proses Lasik berlangsung cepat dan dia tidak merasakan sakit apapun pada matanya. ”Dokter bilang, saya hanya perlu beristirahat sehari saja untuk pemulihan. Besok sudah bisa memulai aktivitas sehari-hari lagi. Sekarang mata rasanya terang sudah nggak burem lagi,” kata pemeran Tristan dalam sinetron ”Ganteng-Ganteng Serigala” itu.

Sebelum melakukan Lasik, dia mengaku memiliki mata minus dan silinder. Makanya, dia merasa terganggu saat harus menjalankan aktivitas sehari-hari.

”Kadang kalau disapa orang di mal nggak bisa langsung balas nyapa. Soalnya buram kalau ngeliat orang dari jarak jauh,” aku Kevin yang sudah berkacamata sejak duduk dibangku SD itu.

Bahkan, dia kesulitan menyetir saat malam hari. Berbagai hal yang membuatnya tergantung dengan kacamata sempat membuat stres. (sic)

 

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #prosedur-lasik #kesehatan 

Berita Terkait

Lasik, Tindakan Cepat Persiapan Lama

Kesehatan

Mengetahui Manfaat Daun Kelor

Kesehatan

Krisis Obat Ancam Keselamatan Pasien

Jakarta Raya

IKLAN