Minggu, 18 November 2018 03:25 WIB
pmk

Internasional

Tinggalkan Status Bangsawan, Putri Ayako Pilih Pasangan Orang Biasa

Redaktur:

DEMI CINTA- Putri Ayako yang memilih menikahi pria dari kalangan biasa. Praktis keluarga kekaisaran Jepang bakal kembali berkurang. AFP PHOTO

INDOPOS.CO.ID - Keluarga Kekaisaran Jepang bakal kembali berkurang. Setelah Putri Mako, kini giliran Putri Ayako yang memilih menikahi pria dari kalangan biasa. Nama lelaki itu Kei Moriya. Mereka akan melangsungkan pernikahan 29 Oktober.

Jodoh memang tak dinyana. Itu juga yang dialami Putri Ayako, anak ketiga Putri Hisako dan mendiang Pangeran Takamodo. Ayako bertemu dengan belahan jiwanya dalam sebuah perkenalan singkat. Yang memperkenalkan adalah orang tuanya sendiri.

Putri Hisako sama sekali tak berniat menjodohkan anak perempuannya dengan Kei Moriya. Tetapi, mereka memang kenal dengan kedua orang tua Moriya. Mendiang ibu Moriya merupakan anggota dewan eksekutif organisasi nonprofit Kokkyo naki Kodomotachi (KnK) atau Children Without Borders.

Nah, Desember tahun lalu Ayako dikenalkan dengan Moriya yang juga merupakan anggota dewan KnK. Harapanannya, Ayako bakal lebih tertarik dengan organisasi internasional yang bergerak di bidang kesejahteraan anak-anak tersebut.

Dari perkenalan singkat itu, Ayako dan Moriya menyadari bahwa mereka memiliki banyak kesamaan. Keduanya senang membaca buku, traveling, dan ski.

Kecocokan itu ternyata menumbuhkan benang-benang cinta di antara keduanya. Putri yang berusia 27 tahun itu akhirnya memutuskan untuk melabuhkan hatinya ke Moriya dan membangun bahtera rumah tangga.

Senin (25/6) Badan Rumah Tangga Kekaisaran Jepang mengumumkan secara resmi hubungan kedua sejoli itu. ’’Putri Ayako, anak termuda Putri Hisako dan mendiang sepupu Kaisar Akhito, Pangeran Takamodo, akan menikah dengan pebisnis pada 29 Oktober.’’ Demikian bunyi pengumuman Badan Rumah Tangga Kekaisaran Jepang.

Japan Times melaporkan, mereka akan menjalani upacara pertunangan yang disebut dengan Nosai no Gi pada 12 Agustus. Baru kemudian upacara pernikahan digelar di Kuil Meiji Jingu, Shibuya, Tokyo.

Pengumuman tersebut langsung mendapat sorotan publik. Sebab, Moriya bukanlah keluarga kerajaan. Alumnus Keio University, Tokyo, itu salah seorang pegawai di perusahaan pengapalan NYK Line.

Pemuda 32 tahun tersebut adalah penduduk biasa, bukan darah biru. Otomatis, jika Ayako menikah dengan dia, statusnya sebagai keluarga kerajaan harus dilepas.

Berdasar aturan di kekaisaran Jepang, seorang putri akan kehilangan statusnya jika menikahi orang biasa. Ayako bukanlah satu-satunya. Sebelumnya, Putri Mako juga menyatakan akan bertunangan dengan Kei Kimuro yang juga merupakan orang biasa. Pernikahan cucu Kaisar Akihito dan Putri Michiko itu diundur hingga 2020.

Perhatian yang ditujukan ke Ayako memang tak sebesar Mako. Sebab, dia bukan keturunan langsung dari Kaisar Akihito. Mendiang Pangeran Takamodo adalah sepupu tertua Akihito. Meski begitu, rencana pernikahan tersebut membuat orang-orang menyoroti berkurangnya anggota keluarga kekaisaran Jepang.

Jika Ayako dan Mako jadi menikah, anggota keluarga kekaisaran Jepang tinggal 17 orang. Itu membuat tugas-tugas negara yang dibebankan kepada mereka kian banyak. Di Jepang, perempuan juga tak bisa naik tahta.

Aturan itu pernah bakal diubah, tetapi kemudian Pengeran Hisahito lahir. Dia adalah laki-laki pertama yang lahir di keluarga kekaisaran Jepang setelah menunggu hampir 40 tahun. Hisahito yang berusia 11 tahun juga satu-satunya pangeran yang belum menikah. (sha/c4/dos/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #jepang 

Berita Terkait

BTS Dituduh Nazisme hingga Anti-Jepang

Indotainment

Aries dan Aspar ke Asian Championship di Jepang

Total Sport

Warga Jepang Peringati 73 Tahun Tragedi Hiroshima

Internasional

Gelombang Panas Serang Jepang, 65 Tewas

Internasional

Rekor Sempurna Belgia Jadi Ujian Bagi Jepang

Piala Dunia 2018

Akira Nishino: Kami Layak Lolos Babak 16 Besar

Piala Dunia 2018

IKLAN