Selasa, 25 September 2018 12:37 WIB
pmk

Ekonomi

Berencana Tinggal di Apertemen, Perhitungkan Biaya-Biaya Ini

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Tinggal di apartemen sudah menjadi bagian dari gaya hidup di era modern seperti saat ini. Tidak sedikit orang yang tinggal di apartemen, apalagi letak apartemen yang strategis memberikan kemudahan akses saat hendak bepergian ke tempat rekreasi manapun.

Mengutip dari situs jawapos.com terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih untuk tinggal di apartemen. Pasalnya, jika dihitung-hitung, biaya yang dihabiskan untuk tinggal di apartemen jauh lebih mahal kalau dibandingkan dengan tinggal di perumahan atau rumah tapak.

Biaya pemeliharaan dapat meliputi biaya pemeliharaan gedung, keamanan, kebersihan, dan merawat taman. Jumlah biaya pemeliharaan ini tergantung dari jenis apartemen dan luas dari apartemen yang dibeli. Apabila rincian biaya yang dikenakan sebesar Rp300.000/5 m2 dan luas apartemen 30 m2, maka jumlah yang harus dibayar sebesar Rp1,8 juta per bulan. Biaya pemeliharaan ini bisa dibayarkan setiap bulan, tiga bulan sekali, atau enam bulan sekali, tergantung dari penghuni apartemen.

Selain biaya pemeliharaan, ada juga biaya listrik, air, dan telepon yang harus dibayarkan oleh penghuni apartemen. Nominal yang dibayar sesuai dengan arus listrik yang dipakai. Tapi, ada juga developer yang menyamaratakan biaya listrik bagi seluruh penghuni di apartemen. Kisaran biaya yang dibayarkan biasanya Rp350.000 per bulan.

Jumlah itu berbeda di setiap unit apartemen. Alangkah baiknya untuk menanyakan total biaya listrik, air, dan telepon terlebih dahulu sebelum memilih dan menetap di suatu apartemen.

Jangan pernah berpikir kalau pihak developer menyediakan layanan Wi-Fi atau internet gratis bagi seluruh penghuni yang tinggal di apartemen. Biaya internet bukan tanggung jawab dari pihak developer, melainkan penghuni juga perlu membayarnya. Sebab, pemasangan atau pelepasan internet kabel tergantung dari keperluan orang yang tinggal di apartemen.

Pemasangan internet di kamar tentunya akan menambah biaya. Jumlah minimal yang biasa dikeluarkan berkisar Rp150.000. Biaya ini pun tergantung lagi pada kecepatan internet yang dipilih, semakin besar kecepatannya maka semakin mahal biayanya.

Orang-orang yang tinggal di apartemen biasanya memiliki kendaraan pribadi sebagai teman baik selama bepergian. Tapi, jajaran mobil yang diparkirkan di apartemen tidaklah gratis. Penghuni apartemen pasti mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk dapat menikmati layanan parkir di gedung tersebut.

Besarnya biaya parkir minimal yang dibayarkan sekitar Rp175.000 per bulan. Biaya ini pun lagi-lagi tergantung dari jenis area parkir yang dipilih. Kalau area parkir semakin luas dan eksklusif, maka biaya yang dibayar pun jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan parkir reguler atau yang biasa.

Salah satu yang menjadi keunggulan apartemen dibandingkan rumah tapak adalah banyak fasilitas yang didapat penghuni. Fasilitas di apartemen jauh lebih lengkap dan tentunya dapat memanjakan setiap penghuninya. Akan tetapi, tidak semua fasilitas tersebut dapat digunakan secara gratis. Ada beberapa fasilitas yang harus dibayar terlebih dahulu sebelum digunakan, misalnya saja ruang meeting.

Fasilitas yang disediakan oleh developer pun hanya bisa digunakan oleh penghuni saja. Sementara pengunjung dari luar tidak diperbolehkan menikmati fasilitas tersebut karena tidak memiliki akses masuk yang resmi.

Selain kelima biaya di atas, Anda juga harus mempertimbangkan biaya cicilan yang harus dibayar saat tinggal di apartemen. Jumlah cicilan tergantung dari kesanggupan finansial masing-masing orang.

Pada umumnya, pihak bank atau developer akan meminta cicilan sebesar 30 persen dari total gaji yang diterima setiap bulan. Apabila jumlah penghasilan sebesar Rp10 juta, berarti total cicilan per bulan menjadi Rp3 juta. Semakin besar jumlah cicilan yang dibayar, semakin cepat pula kredit apartemen akan lunas.

Tinggal di sebuah apartemen memang terkesan lebih elit, tapi biaya yang dikeluarkan setiap bulan juga lebih mahal, sesuai dengan kesan yang didapat. Bila biaya-biaya bulanan yang dijabarkan di atas memberatkan Anda, lebih baik jangan tinggal di apartemen. Pilihlah rumah tapak yang memiliki konsep yang bagus dan menyediakan berbagai macam fasilitas yang menarik. Dengan begitu, Anda bisa menghemat pengeluaran, sebab biaya yang perlu dikeluarkan untuk biaya rumah tapak tidak terlalu besar. (mys/JPC)

Perkiraan Biaya Bulanan Tinggal di Apartemen;

1) Biaya pemeliharaan apartemen (ilustrasi : apabila rincian biaya yang dikenakan sebesar Rp300.000/5 m2 dan luas apartemen 30 m2, maka jumlah yang harus dibayar sebesar Rp1,8 juta per bulan)

2) Biaya listrik, air, dan telepon

3) Biaya parkir setiap bulan

4) Biaya Fasilitas dan Layanan Umum

5) Biaya lain-lain


TOPIK BERITA TERKAIT: #ekonomi 

Berita Terkait

Arcandra: Naik karena Laju Ekonomi Kencang

Headline

Neraca Perdagangan Defisit

Headline

IKLAN