Rabu, 19 September 2018 08:09 WIB
pmk

Hukum

Fredrich Yunadi Divonis Tujuh Tahun Penjara

Redaktur: Ali Rahman

Fredrich Yunadi

INDOPOS.CO.ID – Terdakwa kasus perintangan proses penyidikan kasus KTP Elektronik (e-KTP), Fredrich Yunadi divonis tujuh tahun penjara dan dendan Rp 500 juta, dengan subsider lima bulan oleh Majelis Hakim PN Tipikor Jakarta, Kamis (28/6). 

Vonis tersebut ternyata lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yakni 12 tahun penjara dan denda Rp 600 juta, dengan subsider 6 bulan kurungan. Majelis Hakim PN Tipikor Jakarta, Safruddin menyatakan, Fredrich telah terbukti bersalah merintangi proses penyidikan kasus korupsi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Setya Novanto.

“Pengadilan menyatakan Fredrich Yunadi terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja pemerintangi proses penyidikan,” ujar Safruddin di PN Tipikor Jakarta, Kamis (28/6) 
 
Bahkan, Safruddin menyebut, Fredrich juga terbukti merekayasa perawatan Setya Novanto di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Itu dilakukannya dengan memesan kamar rawat VIP sebelum kecelakaan terjadi dan meminta dokter merekayasa diagnosis medis kliennya.

Adapun hal yang memberatkan Fredrich, tindakan yang dilakukannya bertentangan dengan program pemerintah memberantas korupsi dan sikapnya yang tidak sopan selama persidangan, serta selalu mencari kesalahan pihak lain.

“Sedangkan hal yang meringankan adalah, Fredrich masih memiliki tanggungan keluarga dan belum pernah dihukum,” sebut Safruddin. (iwk/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #vonis-fredrich-yunadi #korupsi-e-ktp #pn-tipikor-jakarta 

Berita Terkait

IKLAN