Rabu, 19 September 2018 09:04 WIB
pmk

Hukum

Bidik Tersangka Baru, Kejagung Tunggu Fakta Persidangan

Redaktur: Ali Rahman

ilustrasi. Foto : Dok INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) hingga kini masih mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pencairan kredit Bank Mandiri oleh PT Tirta Amarta Bottling (TAB) tahun 2008-2015 senilai Rp 1,83 triliun. 

Hal ini diakui oleh Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, M Adi Toegarisman saat ditemui di Kejagung, Kamis (28/6). Menurutnya, kasus ini masih terus dikembangkan guna mendapatkan tersangka baru. "Iya masih terus berkembang, penyidikan kasus ini harus tuntas," jelas Adi. 

Meski demikian, diakuinya, penyidik belum mengantongi calon tersangka baru. Karena hal itu masih menununggu fakta persidangan terhadap para tersangka. "Jadi kita tunggu saja perkembangan dan fakta perkembangannya bagaimana," ujar mantan Jaksa Agung Muda Intelijen itu.

Seperti diketahui, kasus ini melibatkan tujuh tersangka di antaranya dari pihak Bank Mandiri Cabang Bandung dan PT TAB. Dari pihak Bank Mandiri yakni, Baruna Semenguk selaku Comercial Banking Manager, Frans Eduard Zandra selaku Relationship Manager, Teguh Kartika Wibowo selaku Senior Kredit Ris Manager dan Totok Sugiharto selaku Head of Commercial Banking serta Purwito Wahyono selaku Head of Wholesale. Sedangkan dari pihak TAB, penyidik menetapkan  Rony Tedi selaku Direktur dan Juventius selaku Head of Accounting sebagai tersangka.(ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pt-tirta-amarta-bottling #kejaksaan-agung #m-adi-toegarisman 

Berita Terkait

IKLAN