Sabtu, 17 November 2018 06:21 WIB
pmk

Nasional

Waspada, Gunung Agung Kembali Erupsi

Redaktur: Jakfar Shodik

BIKIN TAKUT: Bumbungan asap dan glow yang muncul di puncak Gunung Agung, Kamis malam (28/6) membuat sejumlah warga di lereng-lereng memilih turun untuk mengungsi. (ISTIMEWA)

INDOPOS.CO.ID - Ditjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup sementara Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali sejak pukul  03.00 WITA hingga 19.00 WITA. Itu menyusul erupsi Gunung Agung Kamis (28/6) pujuk 10.30 WITA.

Dari data satelit Himawari BMKG menunjukkan abu vulkanik telah menutupi ruang udara koordinat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. ”Kami sudah terbitkan Notam no A2551/18 NOTAMN. Kami minta semua stakeholder penerbangan baik otoritas bandara, pengelola bandara, maskapai, groundhandling, AirNav dan lainnya untuk waspada. Termasuk wilayah sekitarnya macam Banyuwangi, Jember, dan bandara-bandara lain. Nanti siang akan dilakukan evaluasi kembali pada pukul 12.00 WITA,” tutur Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (29/6).

Informasi data melalui radar Himawari, Webcam, CVGHM dan PIREP, abu vulkanik bergerak ke arah barat dan barat daya dengan kecepatan angin mencapai 15 knot dan ketinggian dari 8000 ft s/d FL230. Itu mengakibatkan Bandara Ngurah Rai, Blimbingsari Banyuwangi, dan Notohadinegoro Jember berada di dalam area debu vulkanik. Air traffic service (ATS) route terdampak adalah W13, W33, W45, W46, R592, G578,G326, B349.

Agus meminta para stakeholder untuk mematuhi prosedur standar operasi masing-masing terkait erupsi gunung berapi. ”Semua stakeholder harus bekerja sama dengan baik. Tidak hanya di intra penerbangan tapi juga di luar penerbangan seperti Pemerintah Daerah, TNI-Polri, moda transportasi lain serta masyarakat dan media massa. Itu untuk mengantisipasi kejadian tidak dikehendaki bersama. Saya harap SOP masing-masing stakeholder juga dikomunikasikan pada penumpang dengan baik sehingga terjadi saling pengertian yang baik,” lanjut Agus.

SOP tersebut misalnya terkait refund tiket di maskapai serta penyediaan ruangan yang representatif di bandara-bandara bagi penumpang yang terdampak. Juga terkait operasional penerbangan bagi awak pesawat, agar jangan memaksakan untuk terbang bila masih belum memungkinkan. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gunung-agung-erupsi #bandara-tutup-sementara #evaluasi-pukul-1200-wita #waspada-bandara-sekitar 

Berita Terkait

Gunung Agung Meletus, NTB Aman

Nusantara

IKLAN