Selasa, 20 November 2018 11:06 WIB
pmk

Ekonomi

Rupiah Kembali Terpuruk, Tembus Rp 14.300

Redaktur: Jakfar Shodik

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) terus melemah. Pada perdagangan Jumat (29/6) spot dunia, rupiah sudah menembus level Rp 14.300 per USD. Berdasra kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah ditransaksikan di kisaran Rp 14.271 per USD. Kurs sejumlah bank, rupiah sudah diperdagangkan di posisi Rp 14.300 per USD.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira, kepada INDOPOS tadi malam (28/6) mengusulkan untuk segera diterbitkan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang (Perppu) Lalu lintas devisa. Itu merupakan  salah satu jalan untuk memulihkan nilai tukar rupiah dengan menahan Devisa Hasil Ekspor (DHE) minimum 6 bulan di bank domestik.

”Selama ini eksportir ketika mendapat pendapatan dalam valas hanya sebentar di bank domestik. Lalu di transfer lagi ke bank asing khususnya di Singapura. Itu yang membuat devisa kita rendah,” jelas  Bhima.

Disinggung apakah itu berarti ada devisa kontrol? Bhima mengatakan usulan itu mirip capital control atau devisa terkendali. ”Undang-Undang Lalu Lintas Devisa kita terlalu liberal,” jelasnya..

Untuk  jangka pendek, pemerintah dan BI harus konsisten tingkatkan likuiditas valas di pasar dan intervensi cadev secara terukur. Sementara, untuk jangka menengah panjang dengan memperbaiki segera kinerja fundamental ekonomi seperti ekspor, daya beli dan memperbaiki transaksi berjalan.

Saat ini neraca perdagangan defisit. Berdasarkan data(BPS) pada Mei 2018 mengalami defisit sebesar USD 1,52 miliar. Pada April 2018, juga defisit USD1,63 miliar.  Sementara di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, BI hari ini dijadwalkan akan mengumumkan kenaikan kembali suku bunga acuan 7 days reverse repo rate. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #rupiah-anjlok #perppu-lalulintas-devisa #bhima-yudhistira #bi 

Berita Terkait

ULN Tembus Rp 5.397 T

Nasional

Terinspirasi Seorang Wanita, B.I iKON Tulis 10 Lagu

Indotainment

Rupiah Anjlok, Ketua DPR: Jangan Cari Kambing Hitam

Ekonomi

Regulasi Fintech Jangan Terlalu Ketat

Ekonomi

Rupiah Terus Melemah

Ekonomi

IKLAN