Minggu, 18 November 2018 09:43 WIB
pmk

Nasional

AirNav: 226 Pergerakan Pesawat Terdampak Penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai

Redaktur: Jakfar Shodik

INDOPOS.CO.ID - Perusahaan Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia mencatat 226 pergerakan pesawat udara (take-off dan landing) gagal mengudara. Itu setelah penerbangan dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali ditutup sementara menyusul erupsi Gunung Agung.

Sebelumnya AirNav Indonesia menginformasikan kepada seluruh stakeholder penerbangan domestik maupun internasional mengenai penutupan sementara Bandara I Gusti Ngurah Rai melalui NOTAM (Notice to Airmen) nomor A2551/18.

"Total penerbangan terdampak 226 pergerakan dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, sejak pukul 08.00 WITA sampai dengan 19.00 WITA nanti malam. Sedang untuk tanggal 28 Juni kemarin, total penerbangan yang terdampak sebanyak 30 pergerakan,” tutur Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Didiet K. S. Radityo, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (29/6).

Sejak kemarin malam, AirNav Indonesia telah melakukan contingency plan terkait sebaran volcanic ash akibat erupsi Gunung Agung. Rute-rute penerbangan terdampak sebaran volcanic ash antara lain G-578, W-46, M-522, G-464, W-45, M-635 dan W-33 diatur sedemikian rupa sehingga dapat menghindari sebaran volcanic ash. Dengan begitu, keselamatan penerbangan tetap terjamin. "Ketujuh rute itu rute domestik dan internasional dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai," ucapnya. (dai)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #erupsi-gunung-agung #airnav #didiet-k-s-radityo #bandara-ngurah-rai 

Berita Terkait

IKLAN