Minggu, 18 November 2018 04:46 WIB
pmk

Headline

Jaga Rupiah, BI Naikkan Suku Bunga Acuan

Redaktur: Jakfar Shodik

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen. Itu konsisten terhadap upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Selain itu, kenaikan tersebut untuk mendukung pemulihan ekonomi domestik dengan tetap mempertimbangkan dinamika perekonomian global maupun domestik.

Bersamaan dengan penetapan BI 7-day Reverse Repo Rate, BI juga menetapkan menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps 4,5 persen dan Lending Facility naik 50 bps sebesar 6 persen. Akan berlaku efektif hari ini 29 Juni 2018. ”Ke depan, BI tetap meyakini terjaganya pertumbuhan ekonomi. Tetap mewaspadai sejumlah risiko, baik dari global dan domestik,” tutur Gubernur BI, Perry Warjiyo di Gedung BI Jakarta, Jumat (29/6).

BI akan mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dengan proses pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung. ”BI akan melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah. Kebijakan itu ditopang operasi moneter baik di pasar valas maupun di pasar uang,” imbuhnya.

Langkah itu dilakukan dengan terus memperkuat koordinasi kebijakan bersama Pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. ”Kami juga semakin kuat dalam koordinasi untuk menjaga stabilitas perekonomian dan keuangan,” tandasnya.

Pemerintah tahun ini menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,1 persen. Sebelumnya, BI telah menaikkan suku bunga acuan pada 18 Mei 2018. BI menaikkan suku bunga 25 basis poin dari 4,5 persen menjadi 4,75 persen. (hap/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #nilai-tukar-rupiah #bank-indonesia #suku-bunga-acuan 

Berita Terkait

Pasar Optimistis, Investasi ‘Wait and See’

Headline

Cegah Melemah, Transaksi Pakai Rupiah

Nasional

IKLAN