Senin, 24 September 2018 10:43 WIB
pmk

Nasional

Status Tersangka tak Menghambat Pelantikan Kepala Daerah Terpilih

Redaktur: Ali Rahman

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

INDOPOS.CO.ID - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan, akan tetap melantik pasangan calon kepala daerah yang memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 meski calon yang bersangkutan menyandang status tersangka.

Mendagri beralasan, bahwa status tersangka calon kepala daerah  belum mempunyai kekuatan hukum tetap, sehingga akan dilantik sesuai jadwal pelantikan yang telah ditentukan. 

"Hanya saja posisinya bisa berubah kalau sudah ada kekuatan hukum tetap," terang Tjahjo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/6).

Artinya, semua calon kepala daerah yang menyandang status tersangka ataupun terdakwa suatu kasus, namun perolehan suaranya tertinggi dalam pilkada tetap dilantik sepanjang kasusnya belum mempunyai kekuatan hukum tetap. Namun, apabila setelah dilantik, status hukum kepala daerah yang bersangkutan dari tersangka menjadi terdakwa maka langsung diberhentikan dari jabatannya.

"Tahun-tahun silam juga demikian, ada yang dilantik ditahanan, begitu ada keputusan hukum tetap bersalah ya langsung diberhentikan. Proses hukum tetap berjalan, baik itu di KPK maupun di Kejaksaan," pungkasnya. (sho)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pelantikan-kepala-daerah #menteri-dalam-negeri-tjahjo-kumolo #pilkada-serentak #mengawal-pilkada-bersih 

Berita Terkait

IKLAN