Rabu, 26 September 2018 04:22 WIB
pmk

Nasional

Lebih Dekat dengan ATM Beras dan Penggunanya

Redaktur:

MANFAAT-ATM beras di Masjid Raya Bintaro Jaya. Foto: Nasuha/INDOPOS

Anjungan tunai mandiri (ATM) untuk traksaksi uang, sudah biasa. Mudah ditemukan. Tentunya sudah familiar. Bertebaran di mana-mana. Tapi, anjungan terima mandiri (ATM) beras, barangkali bagi sebagian orang masih asing. Seperti apa?

NASUHA, Jakarta

INDOPOS.CO.ID - Jika belum pernah melihat ATM beras, apalagi secara langsung, Anda bisa melihatnya di dunia maya. Dalam beberapa video tersebut tampak beberapa pengguna ATM tersebut hanya cukup menempelkan kartu radio frequency identification (RFID) atau kartu elektronik lainnya di bagian tertentu (card reader) pada perangkat ATM beras.

Sesaat kartu ditempel, bukan uang tunai yang keluar, tetapi beras yang keluar. ATM Beras didesain melayani penggunanya untuk mengeluarkan beras dalam jumlah tertentu. Secara fisik, perangkat ini berukuran 60 cm x 60 cm x 160 cm, berbentuk kotak atau lemari kecil, berkapasitas sekitar seperempat ton beras. Penggunaan teknologi ini juga, tidak serumit ATM biasa. Tidak ada layar yang menampilkan pilihan transaksi. Sehingga, dinilai tidak merepotkan kaum dhuafa yang masih kurang paham kemajuan teknologi. Cukup tempelkan kartu. Tunggu sekitar lima detik nanti berasnya keluar.

Dirangkum dari sejumlah sumber disebutkan, mesin ini dilengkapi dengan perangkat elektroniknya dan modem hybrid untuk network GSM atau satelit untuk daerah terpencil. Juga sistem kontrol dan pemantauan berbasis M2M (machine to machine)  atau IoT (internet of things). Adalah Budiaji, di balik ide ATM beras. Dia adalah alumni teknik elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1980.  

Sejak diperkenalkan pada 2016, ATM beras cukup mendapat perhatian. Sejumlah instansi telah memanfaatkan ATM beras ini. Di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Deputi Baznas Moh Arifin Purwakananta mengatakan, pihaknya menangkap ATM beras sebagai ide kreativitas anak bangsa untuk membangun kepedulian terhadap sesama.

Ide yang tumbuh di tengah masyarakat tersebut, menurutnya, harus mendapat perhatian dari negara atau pemerintah atau pihak-pihak yang peduli terhadap zakat. ’’Kami tangkap peluang ini dengan menjadikan ATM beras bagian dari pelayanan zakat bagi para mustahik,” ujar Arifin kepada INDOPOS, Rabu (27/6).

Ia menyebutkan, hingga saat ini pihaknya telah memiliki member yang secara rutin menerima bantuan beras melalui ATM beras. Keberadaan ATM beras, lanjutnya, sesuai dengan value zakat. Yakni mendorong masyarakat hidup untuk saling peduli terhadap sesama.“Dengan kepedulian ini, semakin banyak orang yang membutuhkan pertolongan bisa dibantu,” katanya.

Ia menuturkan, pihaknya sangat mendukung inovasi ATM beras.”Kami sangat merespons gagasan ATM beras. Kami sudah memiliki satu ATM beras,” ucapnya. Dia menginginkan, inovasi ATM beras bisa terus dijalankan. Seperti yang selama ini dilakukannya. ’’Sebenarnya bukan soal banyaknya jumlah ATM beras, tapi bagaimana ini bisa dijalankan dengan baik,” ujarnya.

Dia menjelaskan, member ATM beras berasal dari data para mustahik penerima zakat, yakni member-member yang berasal dari rumah sehat atau rumah layanan kesehatan Baznas di Jakarta dan fakir miskin yang terjaring pihaknya.’’Bantuan beras bervariatif. Sesuai kebutuhannya, ada yang setiap bulan, ada yang lebih dari 1 bulan,” bebernya.

Jumlah member mustahik penerima beras melalui ATM beras bakal terus bertambah. Namun, pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas ATM beras. ’’Selama ini ATM beras cukup baik, penerima manfaat langsung bisa mendapat beras tanpa mengantre. Tapi kesulitan kami pada suplai beras ke ATM beras, karena dilakukan manual,” ungkapnya.

Dia mengimbau kepada lembaga-lembaga zakat di daerah untuk mencoba menggunakan ATM beras. Tentu, yang sudah melek teknologi. ’’Tidak semua daerah bisa mengoperasikan ATM beras. Jadi pilih tempat yang sudah melek teknologi,’’ ucapnya. Saat ini teknologi tersebut bisa ditemukan di sejumlah masjid dan perkantoran. (*)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #boks #feature 

Berita Terkait

IKLAN