Rabu, 21 November 2018 01:14 WIB
pmk

Hukum

Kejagung Belum Terima Panggilan Sidang Praperadilan Kasus Dapen Pertamina

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah telah menerima panggilan sidang permohonan praperadilan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/7) mendatang. 

Gugatan ini diajukan atas lambannya penanganan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan dana pensiun (Dapen) PT Pertamina sebesar Rp 1,4 triliun oleh Kejagung. "Kami belum menerima (panggilan sidang)," kata Direktur Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejagung, Warih Sadono, Minggu (1/7). 

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengungkapkan, bahwa sidang  gugatan tersebut akan digelar di PN Jakarta Selatan, Senin (9/7) mendatang. Sidang pertama kalinya ini beragendakan pembacaan permohonan. "Sidang pertama, pembacaan permohonan," kata Boyamin kepada INDOPOS, Minggu (1/7). 

MAKI merasa gugatan praperadilan terhadap Jaksa Agung HM Prasetyo karena penanganan perkara kasus Dapen Pertamina di Kejagung berlarut-larut. MAKI mengajukan gugatan ini di PN Jaksel, Selasa (5/6) lalu. 

Dalam gugatan ini, MAKI meminta kepada PN Jaksel untuk memerintahkan Jaksa Agung agar segera menuntaskan perkara tersebut, termasuk  menahan Bety Halim dan melimpahkan ke Pengadilan Tipikor. Sejak berstatus tersangka Maret lalu, Kejagung belum menahan pemilik PT Millenium Dana Sekuritas.

"Berbeda dengan dua tersangka lain; Kejagung sudah menahan Helmi Kamal Lubis (mantan Presdir Dana Pensiun Pertamina) dan Edward Soerjadjaya (Direktur PT Oltus Holding) dan disidangkan di pengadilan Tipikor," ujar Boyamin.(ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kasus-dapen-pertamina #kejagung #maki 

Berita Terkait

IKLAN