Jumat, 14 Desember 2018 03:16 WIB

Kesehatan

Garam dan Mi Instan Picu Hipertensi

Redaktur: Purwoko

Ilustrasi seorang dokter sedang memeriksa tekanan darah pasien. (stmedic.com)

INDOPOS.CO.ID - Jangan pernah anggap remeh hipertensi. Hipertensi menjadi faktor risiko penyakit jantung koroner serta kardiovaskular.

Batas tensi normal yang umum diketahui masyarakat adalah 120/80. Namun jika terus menerus melebihi jauh dari batas itu, tentu harus berkonsultasi dengan dokter.

Peneliti Independen dan Pakar Kesehatan dalam diskusi bersama IHME, Dr. dr. Soewarta Kosen, M. Kes, PH, menjelaskan jumlah kasus darah tinggi atau hipertensi di Indonesia ternyata mencapai 27 persen. Jumlah itu lebih tinggi dari negara Malaysia dan India. Padahal negara-negara tersebut juga memberikan hidangan penuh lemak dan santan atau kari.

"Indonesia hipertensinya 27 persen, Malaysia 12 persen dan India 8 persen," katanya baru-baru ini.

Pria yang akrab disapa Dokter Alo itu menjelaskan penanggulangan penyakit tak menular di Indonesia belum maksimal. Salah satunya dari kampanye untuk membatasi garam, gula, dan lemak belum dilakukan di Indonesia.

"Negara ini belum kampanyekan jangan makan garam, gula banyak-banyak, bahkan kalau kita ke desa-desa itu ikan asin jadi lauk paling utama. Belum ada upaya ini lho faktor risiko utama," tukasnya.

Kosen menjelaskan, ditambah lagi kebiasaan orang Indonesia yang suka mengemil dan kongkow makan di resto junk food. Selain itu, makan mi instan berlebihan juga memberikan kadar natrium dan sodium yang tinggi.

"Makan mi instan terlalu banyak saja itu natriumnya sudah tinggi. Apalagi sehari 3 bungkus pagi siang sore, itu sudah 3x lipat melebihi batas. Makanya banyak penyakit stroke, sistolik tinggi," paparnya.

Dia menegaskan agar pemerintah lebih gencar melakukan upaya preventif dan promotif untuk menurunkan angka hipertensi dan diabetes serta stroke. Sebab penyakit tidak menular menyedot sepertiga anggaran kesehatan untuk menutupi beban biaya penderita. (mar/jpg)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan #masih-muda-darah-tinggi #hipertensi #kesehatan 

Berita Terkait

Ini Penyebab Anda Mudah Marah saat Kurang Tidur

Kesehatan

Ini Standar ASI untuk Bayi Prematur

Jakarta Raya

Caleg Fogging Ratusan Rumah Warga

Politik

Suka Sulit Bernafas, Waspada PPOK

Jakarta Raya

Perangi ”Helikopter” dengan WC Komunal

Megapolitan

Jangan "Coba-Coba" Sebelum Menikah

Jakarta Raya

IKLAN