Selasa, 13 November 2018 12:13 WIB
pmk

Tekno

Tiga Alasan Aplikasi Tik Tok Harus Diblokir

Redaktur: Novita Amelilawaty

Logo Aplikasi Tik Tok (Screenshot)

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengungkapkan alasan memblokir aplikasi video social Tik Tok. Pemerintah menyimpulkan aplikasi tersebut berisi banyak konten negatif. Keputusan pemblokiran aplikasi yang sedang populer di tanah air itu dikeluarkan kemarin (3/7).

Berdasar informasi di Google Play Store, aplikasi Tik Tok telah diunduh sekitar 50 juta kali. Aplikasi yang dirilis sejak 7 Mei 2017 itu dibuat oleh Bytemod Pte.Ltd dan tertulis beralamat di International Plaza, Singapura.

Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menuturkan, keputusan pemblokiran Tik Tokditetapkan Selasa siang. Kementerian Kominfo memblokir aplikasi Tik Tok beserta delapan unit DNS (domain name system)-nya. Pemblokiran Tik Tok itu bersifat sementara hingga pengelola melakukan perbaikan dan pembersihan konten-konten ilegal.

"Batas waktunya sampai kapan? Sesiap mereka lah. Kalau gak dibenerin, ya kita tetap blokir," katanya saat dihubungi tadi malam.

Semuel menjelaskan bahwa pemblokiran aplikasi Tik Tok didasari hasil pemantauan tim pengais (crawling) atau sering disebut Tim Ais. Tim Ais menjalankan tugasnya dari pelaporan Kementerian PPA, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta dari laporan masyarakat pada umumnya. Pelanggaran konten yang ditemukan sangat beragam. Mulai pornografi, asusila, hingga pelecehan agama. (nug/jpg)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #tik-tok #kemenkominfo-blokir-tik-tok 

Berita Terkait

IKLAN