Minggu, 23 September 2018 12:08 WIB
pmk

Internasional

Bayar Jaminan, Najib Tak Ditahan

Redaktur:

TERJERAT KASUS - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak (tengah) tiba untuk menghadiri sidang di kompleks pengadilan di Kuala Lumpur, Rabu (4/7). Foto; AFP

INDOPOS.CO.ID – Senyum Najib Razak masih mengembang saat memasuki kompleks Pengadilan Kuala Lumpur pukul 08.20 waktu setempat kemarin (4/7). Demikian pula saat dia melenggang pulang. Najib masih sempat melayani pertanyaan puluhan jurnalis yang menunggunya dalam sesi konferensi pers dan menyapa para pendukung.

Kondisi itu berbeda ketika Najib berada di dalam pengadilan. Dia tampak lelah saat mendengarkan dakwaan yang dibacakan jaksa.

Setelah empat dakwaan dibacakan, Najib langsung menyatakan bahwa dirinya tak bersalah dan meminta proses peradilan dilakukan. Setidaknya 200 petugas keamanan dikerahkan untuk menjaga jalannya pendakwaan kemarin.

”Jika ini adalah harga yang harus saya bayar setelah melayani penduduk Malaysia selama 42 tahun, saya rela,” ujar Najib saat konferensi pers.

Sama dengan di dalam pengadilan, kepada media, Najib kukuh menyatakan tak bersalah sedikit pun atas semua dakwaan. Najib berharap proses hukum berjalan seadil-adilnya agar bisa membersihkan namanya.

Najib memang tak langsung dipenjara. Dia memilih membayar uang jaminan agar bisa bebas sembari menunggu proses peradilan dimulai pada 18 Februari tahun depan. Dibutuhkan sekitar satu jam untuk menentukan besaran uang jaminan Najib itu.

Awalnya pengadilan memutuskan uang jaminan yang harus diserahkan adalah MYR (ringgit) 4 juta atau setara dengan Rp 14,17 miliar.

Tan Sri Shafee Abdullah, pengacara Najib, menyatakan bahwa kliennya tak mampu membayar sebesar itu. Dia menawarkan dua properti Najib sebagai gantinya, tapi pengadilan menolak. Demikian pula ketika dia meminta agar jaminan diturunkan menjadi seperdelapannya. Shafee berdalih Najib tak lagi punya banyak uang karena rekeningnya telah dibekukan.

Pengadilan akhirnya memutuskan jumlah uang jaminan seperempat besaran awal. Selain itu, Najib diminta menyerahkan paspornya. Suami Rosmah Mansor tersebut punya dua paspor. Yaitu, paspor biasa dan diplomatik.

Jaksa Agung Tommy Thomas memiliki keyakinan yang berbeda dengan Najib. Dia yakin bisa membuktikan di pengadilan bahwa PM ke-6 Malaysia itu bersalah. Thomas bahkan mengindikasikan akan ada dakwaan tambahan yang ditujukan ke Najib.

”Kasus hari ini adalah dokumen penyelidikan yang diserahkan ke meja saya tiga pekan lalu. Tidak diragukan lagi akan ada lebih banyak dokumen penyelidikan lainnya,” tegasnya. Dokumen itu berasal dari Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC).

Dakwaan untuk Najib memang bisa sangat banyak. Sebab, yang dipaparkan jaksa kemarin hanyalah sebagian kecil dari uang 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang digelapkan. Departemen Kehakiman AS mengungkapkan bahwa nominalnya mencapai USD 4,5 miliar atau setara dengan Rp 64,6 triliun.

Kemarin banyaknya para pendukung Najib dan UMNO membuat suasana sempat tak terkendali. Mereka terus-menerus meneriakkan ”Hidup Najib” dan seruan lainnya.

Seorang politikus UMNO, Faisal Ismail Aziz, bahkan sampai diberi peringatan karena terus memprovokasi massa untuk berteriak-teriak. Karena keributan itu, lokasi konferensi pers akhirnya diganti ke bagian lain gedung.

Rosmah Mansor, istri Najib, juga hadir di pengadilan. Dia berterima kasih kepada orang-orang yang datang mendukung Najib. ”Jangan pernah menangis. Saya tidak ingin ada yang menangis,” ujarnya seperti dilansir CNA.

Sementara itu, Otoritas Moneter Singapura (MAS) menegaskan bahwa pihaknya terus menyelidiki kasus korupsi 1MDB. MAS akan bekerja sama dengan Malaysia untuk keseluruhan prosesnya. (sha/c10/dos/jpg)

Jerat Hukum Kasus Korupsi Najib

Dakwaan:

 

?              Pelanggaran kepercayaan saat menjadi perdana menteri (PM), menteri keuangan (Menkeu), dan penasihat Emeritus SRC International. Aksinya melibatkan uang MYR 27 juta (Rp 95,75 miliar). Pelanggaran itu dilakukan di AmIslamic Bank di Jalan Raja Chulan antara 24–29 Desember 2014.

?              Pelanggaran kepercayaan atas dana SRC International dengan total nilai 5 juta ringgit (Rp 17,7 miliar) ketika menjadi PM dan Menkeu. Lokasi dan waktunya sama dengan dakwaan pertama.

?              Pelanggaran kepercayaan yang melibatkan anggaran 10 juta ringgit (Rp 35,46 miliar) di lokasi yang sama dengan dakwaan sebelumnya dalam kurun waktu antara 10 Februari–2 Maret 2015.

?              Menggunakan jabatannya sebagai PM dan Menkeu untuk melakukan tindak penyuapan 42 juta ringgit (148,9 miliar). Pelanggaran itu terjadi saat Najib terlibat dalam keputusan penyediaan jaminan dari pemerintah Malaysia agar SRC International bisa meminjam uang MYR 4 miliar (Rp 14,18 triliun) dari Retirement Fund Incorporated. Lokasi kejadian di kantor PM, Putrajaya, pada 17 Agustus 2011–8 Februari 2012.

Ancaman Hukuman:

Hukuman maksimal untuk setiap dakwaan mencapai 20 tahun penjara. Khusus untuk dakwaan korupsi, ditambah dengan denda setidaknya lima kali lipat nilai uang yang dikorupsi.

Uang Jaminan:

Najib bebas bersyarat dengan uang jaminan 1 juta ringgit (Rp 3,5 miliar). Separo dibayar kemarin dan sisanya dibayarkan pada Senin (9/7) pukul 15.00 waktu setempat.

Masa Peradilan: 19 hari (akhir pekan tidak dihitung)

18–28 Februari 2019

4–8 Maret 2019

11–15 Maret 2019

Sumber: CNA, Business Insider


TOPIK BERITA TERKAIT: #najib-razak 

Berita Terkait

Najib Razak Hadapi 21 Tuduhan

Internasional

Najib Dapat Satu Dakwaan Lagi

Internasional

Tas Istri Najib Tetap Layak Sita

Internasional

Pro-Najib Patungan Lunasi Uang Jaminan

Internasional

IKLAN