Minggu, 18 November 2018 11:19 WIB
pmk

Indobisnis

Ekspansi ke Indonesia, Daiwa Incar Millenial

Redaktur:

LEBARKAN SAYAP -  (ki-ka) Presiden Direktur PT Sayana Integra Properti sekaligus Senior Executive Officer of Daiwa House Industry, Nobuya Ichiki dan Chief Marketing Officer PT Sayana Integra Properti memaparkan proyek perdana mereka, Sakura Garden City yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur.

INDOPOS.CO.ID - Daiwa House, salah satu perusahaan pengembang dan kontraktor terbesar di Jepang, bersama JOIN (gabungan BUMN Jepang dan swasta yang khusus berinvestasi di luar negeri) tengah berekspansi ke pasar properti di Indonesia. Menggandeng pengembang lokal, Trivo Group, mereka membangun superblok (mixed use) di kawasan Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim)  bernama Sakura Garden City.

Sakura Garden City merupakan proyek mix use perdana Daiwa House Industry di Indonesia yang mencakup unit apartemen, ruko, perkantoran, hotel, dan rumah sakit di atas lahan seluas 10 hektar. ''Konsep Sakura Garden adalah kota di dalam kota. Ground breaking akan dilakukan 21 Juli 2018,'' kata Presiden Direktur PT Sayana Integra Properti sekaligus Senior Executive Officer of Daiwa House Industry, Nobuya Ichiki di Jakarta.

Ichiki mengatakan pasar properti di Indonesia terus mengalami pertumbuhan positif. Menurutnya, peningkatan permintaan hunian paling banyak berasal dari kalangan muda alias milenial. ''Kami memperhatikan permintaan yang muncul di pasar perumahan di Jakarta. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, segmen kelas menengah hingga menengah keatas tumbuh dan permintaan mereka akan rumah meningkat dengan cepat. Akibatnya, kota Jakarta sangat padat setiap hari,'' tandasnya.

Dia mengatakan, target yang disasar adalah kalangan milenal berusia 20-35 tahun yang bekerja di Jakarta, namun belum memiliki tempat tinggal. Selain itu, kelas menengah dan atas di Jakarta, namun masih tinggal di pinggiran Ibu Kota.

Proyek superblok tersebut akan mencakup 14 tower, dengan 12 menara merupakan proyek apartemen dengan kapasitas 5 ribu unit. Sementara dua tower lainnya berupa proyek komersial seperti hotel, perkantoran, dan fasilitas retail. 

Keunggulan lain yang didapat konsumen juga beragam, mulai dari kehidupan nyaman dengan lingkungan asri lantaran tersedianya ruang terbuka besar (lebih dari 60 persen), dan area hijau untuk menjaga kebugaran fisik dan mental. Dari segi bangunan juga menjadikan aset yang tahan lebih lama, karena dibangun dengan teknologi arsitektur Jepang. Selain itu, lokasi apartemen juga relatif sangat dekat dengan transportasi umum. Apalagi, letaknya juga tak jauh dari LRT yang saat ini tengah dibangun, sehingga memberikan kemudahan bepergian ke pusat kota.

''Untuk nilai investasi jangka panjang sudah pasti menguntungkan lah, apalagi ini masih tahap awal, harga pun masih perdana. Untuk ke depannya pasti meningkat,'' kata Chief Marketing Officer PT Sayana Integra Properti.

Dia menjelaskan, dengan harga Rp. 20 juta per meter yang bisa dicicil Rp. 4 atau 5 juta per bulan hingga jangka waktu bisa lebih dari 15 tahun, membuat kemudahan dalam memiliki hunian yang akan diusung perusahaan Jepang tersebut. 

Dia mengatakan, untuk tahap awal, perseroan menganggarkan USD 80 juta (Rp 1,15 triliun) untuk investasi superbok itu. Ke depan, akan ditambah secara bertahap sesuai progres pembangunan. Adapun sumber pembiayaannya dari kas internal dan pra-penjualan.

''Pembangunan akan dilakukan empat tahap. Untuk saat ini kami merasa cukup dari ekuitas, dan tidak perlu pinjaman,'' kata Ichiki

Sebagai raksasa properti di Jepang, Daiwa House sendiri mencatatkan penjualan sebesar USD 31 miliar di 2017. Berdiri pada tahun 1955 sebagai kontraktor perumahan, perusahaan tersebut terus mengalami pertumbuhan, hingga pada tahun 1970-an Daiwa House berekspansi ke usaha real estate lainnya. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #daiwa-house 

Berita Terkait

IKLAN