Selasa, 25 September 2018 07:00 WIB
pmk

Nasional

Moeldoko: Netralitas TNI/Polri Tergantung Pemimpinnya

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan bahwa netralitas TNI atau Polri dalam dunia politik, itu tergantung dari pemimpin kedua lembaga negara tersebut.

"Di situlah, kalau pemimpinnya tidak netral maka kasihan juga bawahannya jadi bingung. Untuk itulah perlu dijaga niat baiknya para pemimpin itu untuk membawa prajuritnya agar tetap pada posisi yang pas dan netral," kata Moeldoko di Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (5/7).

Mantan Panglima TNI ini menegaskan, dalam aturan mengenai TNI dan Polri telah sangat jelas instruksi aparat untuk netral dalam segala hal, terutama politik.

"Instruksi dari pimpinan itu sudah sangat clear," tandasnya.

Kemudian Moeldoko mengingatkan semua pihak agar tidak menuduh sembarangan tentang netralitas aparat. Karena bisa jadi, tuduhan tersebut tak berdasar. Terlebih, dengan pengalamannya sebagai Panglima TNI selama dua tahun, Moeldoko mengetahui bahwa banyak aparat yang punya niatan baik sesuai aturan yang berlaku.

"Jadi kalau buru-buru menuduh (tidak netral) kasihan aparat di lapangan yang sudah punya niat baik untuk menjalankan tugasnya dengan aturan aturan yang sangat ketat," jelas pria berumur 60 tahun itu.

Diketahui, sempat mencuat isu netralitas aparat lantaran dugaan ketidaknetralan Wakapolda Maluku Brigjen Hasanuddin yang memihak pada salah satu paslon dalam pilkada 2018.

Atas dugaan itu, Hasanudin dimutasi dari jabatannya menjadi analis kebijakan utama bidang Bindiklat Lemdiklat Polri. Posisinya di Wakapolda Maluku digantikan oleh Brigjen Akhmad Wiyagus. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #moeldoko #tni #pilkada-serentak-2018 

Berita Terkait

IKLAN