Rabu, 26 September 2018 06:11 WIB
pmk

Depok

Delapan Bocah Korban Guru SD Direhabilitasi

Redaktur:

KOORDINASI - Perwakilan KPAI saat berkoordinasi dengan perwakilan Pemkot Depok terkait kasus asusila anak. Ahmad Fachry/Radar Depok/JPG

INDOPOS.CO.ID – Tak mau belasan korban guru salah satu sekolah dasar di Kota Depok menjadi pelaku kekerasaan seksual di kemudian hari, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berkoordinasi dengan Pemkot Depok untuk melakukan pengobatan.

Hasilnya, ada delapan korban yang berhasil direhabilitasi oleh tim psikolog gabungan antara Pemkot Depok dan KPAI. Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarsi mengatakan, hingga saat ini sudah ada delapan anak yang menjadi korban pencabulan oknum guru telah mengikuti program rehabilitasi.

”Total ada 12 anak, yang sudah ditangani dan menjalani rehabilitasi ada delapan anak,” ungkap Retno. Pemkot Depok melalui P2TP2A, kata Retno, masih terus membujuk beberapa korban lain yang belum mau mengikuti program rehabilitasi tersebut.

Kata dia, ada dua anak yang baru akan mengikuti rehabilitasi. ”Sedangkan sisanya dua orang belum mau, tapi pihak P2TP2A terus membujuk,” ucap dia.

Retno mengakui, proses asessment yang dilakukan kepada seluruh korban menunjukkan perkembangan positif.

Ditambah lagi, Pemkot Depok telah siap membiayai untuk seluruh proses rehabilitasi, hingga sembuh.

”Ini perkembangan positif yang patut diapresiasi, agar korban (pencabulan) tidak jadi pelaku. Karena, diperkirakan 70 persen korban bisa saja menjadi pelaku. Seluruh pihak disini, mau berkoordinasi dengan baik,” katanya.

Selanjutnya, untuk ke depan Pemkot Depok telah mengambil langkah dengan mengumpulkan seluruh kepala sekolah dasar yang ada di Kota Depok, untuk membahas mengenai penyuluhan. ”Nanti seluruh kepala sekolah akan dikumpulkan, untuk membahas masalah ini dan juga mengenai penyuluhan bila memang diperlukan di setiap sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Fitri Psikolog P2TP2A menegaskan, proses penanganan rehabilitasi terhadap delapan anak korban pencabulan dilakukan berbeda-beda, sesuai pendataan asessment yang telah dilakukan oleh pihaknya.

”Dari delapan anak itu penaganannya berbeda, begitupun juga orang tua. Ada yang mulai dari tanggal 20 Juni treatment. Sebetulnya ingin mengejar soal rehabilitasi itu saat liburan,” paparnya.

Diketahui sebelumnya, belasan bocah SD di Depok menjadi korban kekerasaan seksual oknum guru di Kota Depok bulan lalu. Parahnya lagi, saat melakukan hal yang tak sesuai agama dan moral, dilakukan di sekolah dan ada juga yang di luar sekolah. Ssaat ini, oknum guru tersebut telah ditahan polisi. (irw/pj/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #asusila #pelecehan-seksual 

Berita Terkait

IKLAN