Jumat, 21 September 2018 09:16 WIB
pmk

Hukum

Bupati Aceh Bener Meriah: Tidak Ada Bukti Apapun

Redaktur:

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Setelah di periksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kurang lebih selama 17 jam, Bupati Aceh Bener Meriah, Ahmadi, keluar dari gedung KPK pukul 15.36,Kamis (5/7). Dia menjadi tersangka dalam kasus korupsi penyaluran dana alokasi khusus dari pemerintah pusat.

Ahmadi mengatakan koperatif terhadap penyidik dan berharap masalah hukum yang dia hadapi segera selesai. "InsyaAllah saya juga berikan penjelasan yang saya tahu dan saya alami. Karena menyangkut dana alokasi khusus untuk kabupaten, Insya Allah." tutur dia.

Saat ditanya mengenai mengajukan justice kolaborator? “Saya pikir-pikir dulu,” jawabnya.

Ahmadi menuturkan, dia mengakui semua yang dia kerjakan terkait pengalokasian dana alokasi khusus tersebut. "Tidak ada bukti apapun. Uang tidak ada, hanya ada bundel perencanaan alokasi dana khusus yang berasal dari unit pelayanan terpadu, itu siapapun bisa mengakses. Mengenai uang 500 juta, bukan saya yang menyerahkan. Itu (tuduhan suap) tidak benar, yang menyerahkan itu kalau tidak salah ajudan saya sama pengusaha dari kabupaten saya dan uang itu bukan dari saya," tegas Ahmadi. (cr-1)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #acehbenermeriah #korupsidanaalokasikhusus #suapkepaladaerah #ottkpk 

Berita Terkait

IKLAN