Minggu, 23 September 2018 12:13 WIB
pmk

Megapolitan

Buru Curanmor Penembak Saripah, Polisi Periksa Saksi Mahkota

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Polrestro Tangerang masih terus berusaha menguak aksi kejahatan sadis yang menewaskan wanita hamil di Jalan HR Rasuna Said, Kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada Rabu (4/7), malam, lalu. Sejumlah saksi mata dan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan CCTV pun dilakukan untuk menangkap pelaku. Bahkan, ciri-ciri pelaku curanmor sadis ini pun telah didapatkan polisi.

Kapolrestro Tangerang, Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, jika pihaknya telah mengumpulkan keterangan tiga saksi mahkota terkait tragedi penembakan dan penusukan yang menewaskan Saripah, 34, yang berdomisili di Jalan Gajah Mada RT002/001, Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang. Mereka adalah Saifullah, Topan, dan suami korban Ade Miskan. Kata dia, dari hasil pengumpulan informasi itu pihaknya telah mendapatkan ciri-ciri pelaku.

"Dari pengembangan awal sudah kami dapatkan ciri-ciri pelaku. Memang sekarang ini kami masih melakukan penyelidikan atas kasus curanmor sadis ini. Korbannya itu wanita hamil yang ditembak pelaku dilokasi kejadian," katanya kepada INDOPOS saat dikonfirmasi, Kamis (5/7).

Selain itu, lanjut Harry, untuk menangkap dua pelaku kejahatan tersebut mereka juga melakukan pencocokan sidik jari yang terdapat pada senjata api rakitan milik pelaku yang ditinggalkan dilokasi. Koordinasi dengan Polda Metro Jaya pun telah dilakukan jajarannya untuk mempersempit ruang gerak pelaku curamor tersebut.

"Sidik jari di senpi itu lagi dicocokkan penyidik. Mudah-mudahan pelaku segera ditangkap dan menguak tragedi yang menimpa korban. Kami sudah lakukan visum terhadap tubuh korban yang tewas," ungkapnya.

Mantan Kapolresta Depok ini pun mengungkapkan, adapun kronologis penembakan terhadap Saripah terjadi saat berada di halaman parkir toko modern di Jalan HR Rasuna Said. Dimana, sekitar pukul 19.00, Rabu (4/7), ibu dua anak yang tengah hamil 8 bulan ini datang membeli pulsa bersama suami dan anak keduanya. Di saat itu korban melihat dua pria menarik motor Honda Beat hitam merah bernopol B 3042 UNH miliknya keluar dari parkiran mini market.

"Saat tarik menarik motor pelaku langsung mengeluarkan pistol dan menembak. Kejadiannya saat korban bersama anaknya duduk menunggu suaminya yang beli pulsa. Motor korban tidak berhasil dibawa kabur pelaku," papar Harry.

Setelah terkena timah panas pelaku, sambung Harry, korban pun dilarikan ke RS Awal Bros, Kota Tangerang. Akan karena kehabisan darah nyawa wanita hamil tersebut tidak dapat diselamatkan. Dari hasil autopsi korban tertembak di bagian dada sebelah kanan.

"Kejadiannya memang saat suasana di TKP ramai dengan orang yang melintas. Tidak ada yang berani mengejar para pelaku karena takut di tembak. Kami turut berduka atas kejadian yang menimpa korban," ucapnya.

Harry pun berjanji akan secepatnya membekuk curanmor bersenpi yang menewaskan mantan tenaga kerja wanita TKW asal Kota Tangerang ini. Sejumlah personil elit Satreskrim Polrestro Tangerang dan dibantu Tim Jatanras Polda Metro Jaya dikerahkan menangkap dua curanmor sadis itu. Ditanya soal ciri-ciri pelaku, dirinya tak mau memaparkan secara gamblang. Akan tetapi kata dia, pihaknya pun akan segera membuat sketsa wajah pelaku.

"Untuk kepentingan penyelidikan kami tidak dapat publis ciri-ciri pelaku. Yang pasti semua ini sudah kami dalami dan perburuan pelaku pun sidah berjalan mulai dari sekarang. Kami minta doa warga agar pelaku segera tertangkap," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu saksi mata, Topan mengaku, melihat langsung kejadian naas yang menimpa korban. Dimana, kata dia, penembakan itu terjadi saat Saripah berteriak minta tolong karena motornya dikeluarkan pelaku dari parkiran mini market. Setelah ibu dua anak ini terjatuh, dirinya pun berinisiatif mencari kendaraan untuk membawa wanita hamil ini ke rumah sakit terdekat.

"Di depan mata saya langsung. Karena darahnya sudah banyak berceceran saya langsung cari angkot biar dibawa ke rumah sakit. Gak ada yang berani ngejar karena pakai senpi," jelasnya.

Topan pun menegaskan, jika ruas Jalan HR Rasuna Said merupakan kawasan rawan curanmor dan begal. Bahkan, dalam dua bulan ke depan saja kata dia, ada delapan kejadian penjambretan, curanmor yang terjadi pada siang dan malam hari. Sehingga warga pun tak heran lagi jika adanya aksi kejahatan tersebut. (cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kombes-pol-harry-kurniawan #polresto-tangerang #jalan-hr-rasuna-said #curanmor 

Berita Terkait

IKLAN