Kamis, 15 November 2018 07:38 WIB
pmk

Megapolitan

Ratusan Petani Kabupaten Tangerang Terancam Gagal Panen, Hama WBC Menyerang

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Ratusan petani padi di Kabupaten Tangerang terancam gagal panen pada akhir Juli 2018, mendatang. Pasalnya, pemerintah daerah tersebut belum memiliki solusi terhadap serangan hama wereng batang coklat (WBC). Apalagi, wilayah tersebut sangat rawan diserang penggangu tanaman pangan ini.

Hal itu diungkapkan Petugas Pengendalian Organisme Penggangu Tumbuhan (PPOPT), Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Sepatan, Muslim Ansori. Kata dia dari hasil evaluasi pihaknya yang dilaporkan ke Kementerian Pertanian (Kementan) ada dua daerah yang rawan diserang WBC. Yakni berada di Kecamatan Sepatan dan Sepatan Timur. Adapun prediksi lahan pertanian yang akan gagal panen karena serangan hama tersebut mencapai 1.470 hektar.

"Pada musim tanam dua di tahun ini potensi populasi WBC cukup tinggi. Jadi dapat dipastikan petani di dua wilayah ini akan gagal panen. Memang semua sekarang petani mulai resah akan serangan hama ini," katanya kepada INDOPOS saat dikonfirmasi, Kamis (5/7).

Diakui Muslim, populasi hama WBC mulai terlihat di sejumlah area pertanian padi pada Kecamatan Sepatan dan Sepatan Timur. Bahkan, beberapa lahan pertanian sudah mulai terjadi serangan hama tersebut. Kata dia, hama tersebut menyerang batang dan buah padi yang baru tumbuh.

"Sudah ada beberapa petani yang melaporkan serangan hama ini kepada kami," paparnya.

Menurutnya, sejumlah cara telah mereka lakukan untuk mengatasi serangan hama WBC. Mulai dari penyuluhan penggunaan racun hama secara seimbang ke petani. Dan juga membentuk posko yang menyiapkan racun untuk mengendalikan hama.

"Bila terjadi serangan hama WBC bisa langsung digunakan petani. Di posko itu sudah disiapkan racun untuk digunakan petani," ucapnya.

Namun begitu, Muslim berharap Pemkab Tangerang pun dapat turun tangan membantu para petani menyelesaikan serangan hama WBC tersebut. Dia berharap, dengan bantuin dari pemerintah daerah ini dapat membuat petani panen padi. Mengingat dana besar telah dikeluarkan petani untuk musim tanam kedua.

Sementara, seorang petani di Kampung Priuk, Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan, Mursudi Ilham menyebutkan, jika sampai sekarang instansi Pemkab Tangerang belum memberikan solusi terhadap serangan hama WBC. Sehingga 400 petani mengalami kerugian sebesar Rp 33 juta/orang akibat gagal panen. Kata dia, lima kelompok tani dari dua kecamatan ini telah melaporkan kasus tersebut ke Pemkab Tangerang. 

"Harusnya ada karena ini juga buat persedian stok beras di kota ini. Selama ini kan sangat jarang mereka turun tangan untuk membantu petani di sini," imbuhnya. (cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #petani-di-kabupaten-tangerang #gagal-panen #hama-wbc #pemkab-tangerang #badan-penyuluh-pertanian-bpp-sepatan #muslim-ansori 

Berita Terkait

IKLAN