Rabu, 26 September 2018 05:57 WIB
pmk

Nasional

Surat Pemberitahuan Aksi 67 Diterima, Polda Metro Jaya Kerahkan 6.500 Personel

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Image

INDOPOS.CO.ID - Persaudaraan Alumni (PA) 212 kembali akan menggelar aksi. Kali ini, aksi mereka bertajuk 'Ummat Bersatu Tegakkan Keadilan' atau aksi 67 pada Jumat (6/7) besok.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya sudah menerima pemberitahuan terkait aksi tersebut. "(Ada surat) dari alumni 212," ujarnya di Kompleks Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/7).

Mereka pun langsung melakukan perencanaan pengamanan. Sebab di dalam pemberitahuan, PA 212 mengklaim akan ada 5 ribu orang yang akan ikut serta dalam aksi.

Ditambah lagi, massa direncanakan akan menggeruduk sejumlah tempat."Jadi sasarannya ada Bareskrim, kemudian Kemendagri, berkaitan dengan penunjukan PJ Gubernur Jabar salah satunya, kemudian titik kumpulnya ada di Masjid Istiqlal dan di Monas," tutur Argo.

Setidaknya akan ada 6.500 personel gabungan yang akan diterjunkan Polda Metro Jaya untuk melakukan pengamanan. "Kita akan amankan kegiatan ini agar masyarakat dapat melakukan aktivitas seperti biasa. Kegiatan penyampaian pendapat juga bisa dilaksanakan," jelasnya.

Argo menambahkan, soal kemungkinan rekayasa lalu lintas di sekitar Gambir, tergantung pada situasi di lapangan nantinya.

Sementara itu, Aliansi Peduli Ulama Indonesia didukung Front Penegakan Keadilan Sosial (F-PKS) meminta seluruh rakyat maupun ormas menjaga marwah dan citra para ulama Indonesia. Pasalnya, saat ini sedang ada pertemuan Da'i dan Ulama Internasional dengan tema "Sinergi Untuk Harmoni" mulai dari tanggal 3-6 Juli 2018 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat.

Hal ini penting disampaikan mengingat bersamaan puncak acara tersebut muncul rencana aksi unjuk rasa bertajuk "Aksi 67 Tegakkan Keadilan" yang diinisiasi PA 212 cs. 

"Apabila aksi demonstrasi 67 tetap dilakukan maka mereka tidak menghormati para Da'i dan ulama yang sedang menggelar pertemuan di Jakarta," ucap Koordinator aksi Ustadz Dullah saat jumpa pers di Hotel Ibis Cikini Menteng Jakpus, Rabu (4/7).

Selain itu, aksi tersebut disebut-sebut bisa mencoreng citra ulama Indonesia di mata ulama-ulama dunia yang sedang berkumpul. Sehingga pihaknya menyayangkan sekali adanya aksi demo tersebut. 

Kata dia, harusnya mereka nenyadari peran dan kontribusi para Da'i dan Ulama Internasional yang ingin membangun sinergitas harmonis kebersamaan demi kemaslahatan umat ditengah perkembangan jaman yang semakin modern.

"Kami tidak ingin ulama dunia memberikan label atau cap ulama tukang demo. Apalagi Ketua MUI KH Maruf Amin sendiri selalu menekankan tidak sepakat dengan demo-demo dijalanan karena justru memicu kegaduhan. Dan disarankan untuk menyalurkan pada mekanisme yang ada tanpa perlu pengerahan massa," jelasnya. (jaa/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #polda-metro-jaya #kombes-pol-argo-yuwono #ustadz-dullah #pa-212 #aksi-67-mencari-keadilan 

Berita Terkait

IKLAN