Senin, 24 September 2018 06:39 WIB
pmk

Hukum

Peretas Situs Bawaslu Mengaku Cuma Iseng

Redaktur: Nurhayat

TERSANGKA- Direktorat Cybercrime Mabes Polri merilis penangkapan Me. Cakil yang meretas situs Bawaslu. Foto : Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Direktorat Cybercrime Mabes Polri berhasil menangkap pelaku peretasan situs Bawaslu berinisial DM alias Mr. Cakil di daerah Kramat Djati Jakarta Timur, Sabtu (30/6)

Kasubdit II Direktorat Cybercrime Mabes Polri Kombes Pol Asep Safrudin mengatakan, tersangka yang baru berusia 18 tahun itu mengaku melakukan hack terhadap situs inforapat.bawaslu.go.id milik Bawaslu RI ketika perhelatan Pilkada 2018.

Mr. Cakil mengubah laman tampilan situs tersebut dengan meme kartun bertuliskan, 'zaman dahulu korupsi adalah hal yang memalukan, tetapi sekarang menjadi kesempatan yang dicita citakan'.

"Dia melakukan ilegal akses ke situs Bawaslu dengan motif menurut yang bersangkutan setelah dilakukan pemeriksaan, hanya iseng-iseng," jelas Asep dalam jumpa pers di Bareskrim Mabes Polri Gambir Jakarta Pusat, Jumat (6/7).

Sedangkan barang bukti yang diamankan petugas berupa satu perangkat alat elektronik, akun, simcard yang digunakan Mr. Cakil untuk melakukan hack serta satu memory card micro.

Asep menjelaskan, tersangka mendapat pengetahuan peretasan dari salah satu grup Facebook bernama 'Tipical Idiot Security'. "Disitu (Mr.Cakil) saling bertukar informasi termasuk bagaimana mendapatkan alat serta aplikasi yang dia gunakan untuk melakukan hacker," jelas Asep.

Ia menambahkan, Mr. Cakil tak hanya sekali ini saja melakukan peretasan. Dalam pemeriksaan, Mr. Cakil mengaku pernah meretas situs DPRD Banten, Dinas Pedesaan Banten, serta salah satu yayasan lembaga pendidikan.

"Pelaku melakukan kegiatannya sudah dari 2 tahun lalu dan baru sekarang kita bisa tangkap tindakannya hacknya," kata Asep.

Di tempat sama, Mr. Cakil mengatakan, motif dirinya menjebol situs Bawaslu dan situs lain hanya karena iseng semata. Dia juga melakukannya secara random baik itu situs kecil maupun besar.

"Cuma iseng doang nggak ada maksud apa-apa. (sekarang) nyesel," pungkasnya.

Atas perbuatannya, ia dijerat dengan pasal pasal 46 ayat 1 ayat 2 dan ayat 3 juncto pasal 30 ayat 1 ayat 2 dan ayat 3, dan atau pasal 48 ayat 1 junto pasal 32 ayat 1 dan atau pasal 49 jo pasal 33 undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 50 jo pasal 22 huruf B undang-undang Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #situs-diretas 

Berita Terkait

Peretas Situs Bawaslu Tukang Bubur Ayam

Megapolitan

Peretas: Situs Pemerintah Lemah

Headline

IKLAN