Rabu, 21 November 2018 03:07 WIB
pmk

Internasional

Rela Sawahnya Dibanjiri Air Gua, Demi Selamatkan Anak-anak

Redaktur:

PENUH HARAP - Anggota keluarga berdoa di depan sebuah kuil di area Gua Tham Luang. Operasi penyelamatan berlanjut untuk 12 anak laki-laki dan pelatih mereka yang terperangkap. AFP PHOTO / YE AUNG THU

INDOPOS.CO.ID - Anak-anak anggota tim sepakbola muda Thailand dan pelatih mereka harus belajar menyelam untuk bisa keluar dari Gua Tham Luang yang dpenuhi air banjir tersebut. Seperti dilansir Bangkok Post pada Kamis, (5/7), tim penyelam sedang dalam proses melatih 12 pemain muda dan pelatih mereka untuk menggunakan peralatan selam sehingga mereka dapat keluar dari gua.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Thailand Prawit Wongsuwon mengatakan, Raja minta anak-anak harus diselamatkan secepat mungkin. Namun anak-anak itu belum dikeluarkan dari gua karena arus air yang kuat di dalam gua sehingga penyelam masih mengajari mereka berenang dan menyelam.

"Instruksi diberikan oleh Raja bahwa penyelamat harus mengeluarkan anak-anak secepat mungkin," kata Prawit. Jika air surut dan kekuatan arus berkurang, mereka bisa keluar.

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan O Cha mengatakan, Raja memberi instruksi bahwa operasi penyelamatan ini harus berfungsi sebagai studi kasus bila terjadi hal-hal yang mirip dengan kasus ini di masa depan.

Prayut mengatakan, ada dua metode untuk mengeluarkan anak-anak yang terperangkap di gua. Pertama mengebor celah dari langit-langit gua, tetapi mereka harus menemukan saluran yang tepat terlebih dahulu.

Kedua, terang dia, mengajarkan anak-anak menyelam. Namun yang tidak mudah karena jalan-jalan yang ada dalam gua tersebut cukup sulit. Mereka harus dikeluarkan satu per satu sementara kesiapan mereka juga harus dinilai.

Prayur menekankan, upaya akan dilakukan untuk mengambil mereka dari gua secepat mungkin. Namun tak bisa menentukan pasti kapan ini akan dilakukan.

Anak-anak ini telah terperangkap di gua sejak 23 Juni dan ditemukan oleh penyelam Inggris pada hari Senin. Komandan Operasi Penyelamatan Narongsak Osotthanakorn mengatakan, dia tidak dapat memperkirakan berapa hari sebelum anak-anak itu dibawa keluar. "Mereka tidak perlu keluar bersama. Itu tergantung pada kesiapan mereka," kata Narongsak.

Pekerjaan sedang dilakukan untuk segera memompa air di dalam dan di luar gua sementara permukaan air di dalam gua berkurang satu sentimeter per jam. Saluran telepon dimasukkan ke dalam gua untuk membantu anak-anak berbicara dengan keluarga mereka. Anak-anak itu belajar cara menggunakan masker menyelam, tetapi mereka belum menyelam karena arus kuat.

Wakil Direktur Jenderal Departemen Taman Alam, Satwa Liar dan Konservasi Tanaman (DNP) Chongklai Worapongsathorn mengatakan, tim penguras air telah berhasil memotong dua anak sungai utama yang mengirim air ke dalam gua. Sejak pekan lalu, mereka telah bekerja dengan penduduk desa setempat untuk membangun bendungan guna mengalihkan air dari dua sungai besar.

"Pihak berwenang menemukan 50 dari 758 sawah dibanjiri oleh air yang dialirkan dari gua. Sawah terletak di tiga desa di sekitar Gua Tham Luang. Penduduk desa setuju untuk membiarkan ladang mereka dibanjiri untuk membantu operasi penyelamatan," kata Sekretaris Jenderal Kantor Sumber Daya Air Nasional Somkiat Prajamwong. (ina/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #boks #thailand 

Berita Terkait

IKLAN