Sabtu, 22 September 2018 08:38 WIB
pmk

Nasional

Untuk Meyakinkan, Foto-Fotonya Sengaja Diperlihatkan ke Masyarakat

Redaktur:

AKRAB-Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: Ali Mochtar Ngabalin untuk indopos

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto  dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian semakin hari kian mesra. Ini terlihat dari beberapa foto yang beredar di masyarakat. 

Yudha Krastawan, Jakarta

INDOPOS.CO.ID - Menurut pengamat militer dan kepolisian, Karel Susetyo, kekompakan yang diperlihatkan oleh kedua pimpinan institusi tersebut mengandung hal yang wajar. Apalagi keduanya sama-sama merupakan sosok pejabat yang mempunyai tanggung jawab soal keamanan dan pertahanan negara. "Mereka ini kan alat negara, kalau mereka pecah siapa yang menjaga negara," ujarnya saat dihubungi INDOPOS, Kamis (5/7). 

Dia mengakui sejumlah foto kekompakkan panglima TNI dan kapolri memang sengaja diperlihatkan ke masyarakat. Pesannya ini semata-mata untuk meyakinkan masyarakat bahwa TNI dan Polri kompak. 

"Kalau TNI dan Polri kompak, kan tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal keamanan masyarakat, baik pascapilkada maupun menjelang pileg dan pilpres. Makanya foto-foto ini diperlihatkan kembali, bahkan lebih akrab lagi," ujarnya. 

Selain itu foto-foto keakraban keduanya yang beredar di masyarakat juga ditujukan untuk internal kedua institusi tersebut. Tujuannya agar kedua pimpiman tersebut terlihat kompak di mata prajurit TNI dan personel Polri.  "Kekompakan kan ini harus dimulai dari pimpinan atau komandan mereka. Karena sebagai lembaga yang taat komando, sikap atau perintah atasan menjadi barang penting yang harus ditiru atau dilaksanakan," ujarnya. 

Kekompakan ini bahkan juga tidak hanya diperlihatkan sekadar foto melainkan terealisasi dalam bentuk regulasi. Salah satunya melalui Surat Keputusan (SKEP) Panglima TNI yang mengharuskan agar setiap prajurit TNI taat terhadap razia yang digelar polisi. "Kemudian, SKEP ini juga diikuti dengan perintah Kapolri, bahwa petugas polisi yang merazia anggota TNI, harus meminta diperlihatkan KTA mereka,"  ujarnya. 

Meski terlihat kompak, disayangkan Karel, aksi bentrok antara anggota polisi dan TNI masih terjadi. Salah satu contoh terjadi di tempat Billiard Al Diablo, Cimanggis, Depok, Kamis (7/6) lalu. Selain bentrok, sikap arogansi juga ditunjukkan oleh Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto yang menyinggung organ di TNI. "Tapi harus diakui, sejak era Kapolri Jenderal Timor Pradopo, persoalan antara TNI dan Polri semakin berkurang. Bahkan hingga saat ini," imbuhnya

Untuk itu, ia mengimbau agar kekompakan kedua pimpinan lembaga itu terus dijaga sampai kapan pun. Tanpa terkecuali, meski pimpinan kedua lembaga itu sudah berganti kepada orang lain.

Sayangnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto belum dapat dihubungi karena ada tugas di Uni Emirat Arab (UEA). Kabarnya dalam rangka bertemu dengan Menteri Negara Urusan Pertahanan UEA Mohammed Bin Rashid Al Maktoum yang juga menjabat sebagai perdana menteri dan wakil presiden Uni Emirat Arab serta Emir Dubai, Rabu (4/7). 

Sedangkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat dihubungi hingga Rabu (5/7) malam, belum bersedia memberikan komentar. Namun, Mabes Polri memastikan foto akrab antara panglima TNI dan kapolri menunjukkan bahwa kedua institusi dalam keadaan kondusif. "Baik-baik saja," singkat Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat ditemui INDOPOS, kemarin sore. (ydh)

 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #boks #feature 

Berita Terkait

Ketika Cukai Rokok untuk BPJS Kesehatan

Nasional

Bayi Satu Mata Lahir di Mandailing Natal

Nusantara

Bayi Satu Mata Lahir di Mandailing Natal

Nusantara

IKLAN