Rabu, 14 November 2018 10:54 WIB
pmk

Ekonomi

Asian Games 2018 Diharapkan Bisa Bangkitkan Pasar Ritel

Redaktur:

DEMAM OLAHRAGA-Perhelatan Asian Games 2018 diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat berolahraga dan berimbas pada peningkatan pasar ritel Tanah Air. NOVITA/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ajang Asian Games 2018 yang bakal dihelat pada bulan Agustus, diprediksi tidak hanya mendongkrak sektor pariwisata. Namun juga penjualan ritel. Seperti produk sepatu,  ataupun baju olahraga. Pasalnya pemerintah juga menggelar program pesta belanja dan diskon saat perhelatan olahraga tersebut.

"Asian Games moment yang baik buat kita mendongkrak penjualan. Apalagi kita membawa  sport, seperti lari dan sebagainya. Memang kita menyediakan produk-produknya," ujar Sekretaris Perusahaan  PT Map Aktif Adiperkasa Tbk, (MAA)  Ratih D. Gianda, usai acara IPO di Bursa Efek Indonesia, Kamis (5/7). 

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya optimistis penjualan produk perusahaan akan semakin meningkat. "Sport itu merupakan kebutuhan tiap orang.  Kita cukup optimistis  dengan penjualan," jelas Ratih.

Bahkan lanjutnya, saat Lebaran 2018, penjualan produk meningkat 10 persen dibanding  bulan sebelumnya. Hal itu ditunjang juga pemberian THR yang dilakukan pada akhir bulan Mei 2018.

"Lebaran kemaren penjualan cukup baik.  Meningkat 10 persen dibanding bulan biasanya," jelas Ratih.

Sementara itu, pada penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering / IPO), perusahaan tersebut  menawarkan saham dengan nilai total Rp 897.876.000. Atau sebanyak 427.560.000 lembar saham. Dengan harga per lembar  Rp 2.100.

Dengan adanya IPO, lanjut Ratih, meningkatkan likuiditas perusahaan dan   pertumbuhan perusahaan yang lebih baik lagi. Tahun 2018, perusahaan juga berencana membuka 100 gerai baru.

Saat ini, MAA mengoperasikan beragam konsep gerai multi-brand. Seperti PLANET SPORTS.ASIA, Sport Station, Footgear, Ogaan dan sebagainya. "Kami juga  mengoperasikan lebih dari 50 brand. Serta memiliki  963 gerai di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Sementara itu, Senior Associate Director Konsultan Properti Colliers Indonesia Ferry Salanto menuturkan pada 2018 luas sewa mall di Jabodetabek jumlahnya menjadi 5 juta meter persegi. Dengan serapan sebesar 70 persen. Ini cukup baik lantaran proyeksi pertumbuhan ekonomi terkoreksi dari 5,3 persen menjadi 5,1 persen.

“Secara makro ekonomi ada koreksi ada 5,1 persen dari 5,3 persen sehingga ada koreksi terhadap bisnis properti ke depan,” jelas Ferry di kantornya, Jakarta, belum lama ini.

Lesunya pertumbuhan sewa juga membuat pemilik melakukan beragam siasat. Misalnya dengan mengonversi ruang dari besar menjadi lebih kecil. Sehingga pemilik ritel bisa menawarkan harga yang lebih menggiurkan. Ferry menilai hingga akhir semester pertama tenant yang masih mendominasi dan mampu tumbuh adalah tenant-tenant lifestyle.

“Yang tumbuh tenant yang berhubungan dengan lifestyle. Kemudian kebutuhan rumah tangga akan terus menjadi penggerak permintaan ritel,” tuturnya. (dai/uji/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #asian-games-2018 #umkm 

Berita Terkait

IKLAN