Kamis, 20 September 2018 10:01 WIB
pmk

Depok

Job Fair 2018 Diserbu Ribuan Pencaker

Redaktur:

LOWONGAN PEKERJAA N - Ribuan pencari kerja mengantre memasuki arena Nasional Job Fair 2018 yang digelar di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Kamis (5/7). Job Fair yang diikuti 158 perusahaan itu menyediakan lebih dari 12 ribu lowongan kerja. adrianto/indopo

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menggelar Pameran Kesempatan Kerja (Job Fair) Nasional XVII Tahun 2018 yang digelar di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah mempertemukan pemberi kerja dan pencari kerja secara langsung.

Job Fair yang terbuka untuk umum dan gratis ini digelar 4-5 Juli 2018 mulai pukul 08.00-16.00 WIB itu diikuti ratusan perusahaan yang membuka puluhan ribu lowongan kerja untuk para pencari kerja (pencaker). ”Kita terus mendorong penyelenggaraan  Job Fair di berbagai daerah diperbanyak,” terang Dirjen Binapenta dan PKK Kemenaker, Maruli A. Hasoloan, Kamis (5/7).

Dia memaparkan, Job Fair kali diikuti 158 perusahaan dan instansi dengan menyediakan lebih dari 12 ribu lowongan kerja. Mulai dari industri startup, telekomunikasi dan teknologi informasi, perbankan, manufaktur, retail, agro industri, otomotif, dan jasa dan bidang lainnya. Ada juga berbagai lowongan pekerjaan untuk pencari kerja disabilitas.

Maruli juga mengungkapkan, pemerintah terus berupaya membuka kesempatan kerja yang lebih besar untuk menampung angkatan kerja baru. Dengan demikian diharapkan jumlah pengangguran terbuka menjadi berkurang.

”Kita apresiasi peran perusahaan di berbagai sektor yang menghadirkan bursa kerja menjadi salah satu penyerapan tenaga kerja. Hal itu pun terus dikembangkan oleh Kemenaker agar setiap tahun penyerapan tenaga kerja terus meningkat guna menekan jumlah pengangguran,” kata dia juga.

Ditambahkannya juga, dalam tiga tahun terakhir upaya penciptaan kesempatan kerja yang dilakukan oleh pemerintah telah melampui target 2 juta penempatan tenaga kerja per tahun. Maruli juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan informasi berpengaruh terhadap karakter pekerjaan.

”Di era revolusi industri 4.0 seperti saat ini, berbagai jenis pekerjaan diprediksi akan hilang. Namun di sisi lain, revolusi industri juga akan melahirkan jenis-jenis pekerjaan baru," katanya lagi.

Sedangkan Direktur Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Ditjen Pembinaan Tenaga Kerja Kemenaker, Nurahman turut mengingatkan perusahaan swasta berkewajiban memperkerjakan para penyandang disabilitas sebanyak satu persen dari total jumlah pegawainya.

Para penyandang disabilitas juga berhak mendapatkan pekerjaan yang dapat disesuaikan dengan jenis dan derajat kecacatan, pendidikan dan kemampuannya. ’Kemenaker terus mendorong agar perusahaan-perusahaan milik pemerintah maupun swasta dapat memberikan kesempatan kerja lebih luas kepada penyandang disablitas di Indonesia,” pungkasnya. (adr/pj/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #job-fair-2018 #pengangguran #kemenaker 

Berita Terkait

IKLAN