Minggu, 18 November 2018 03:27 WIB
pmk

Nusantara

Ombak Tinggi KLM Mutiara Hilang

Redaktur:

SANDAR-Pelabuhan Boom Banyuwangi. Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID – Musibah transportasi laut kembali terjadi di perairan nusantara. Kali ini Kapal Layar Motor (KLM) Mutiara Banyuwangi, Jawa Timur, yang berangkat dari Pelabuhan Boom menuju Pulau Sapeken Madura dinyatakan hilang kontak. Kapal berpenumpang delapan orang yang mengangkut sembako itu diperkirakan hilang di sebelah utara Pulau Tabuhan.

Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolirud) berupaya melacak jejak kapal tersebut. Sayang, lantaran cuaca buruk disertai  ombak besar, pelacakan belum membuahkan hasil hingga tadi malam. Kasatpolairud AKP Subandi mengatakan, KLM Mutiara berangkat dari Pelabuhan Boom, Rabu (4/7) pukul 16.00. Dalam perjalanan, kapal yang hendak menuju Kiauk, Sapeken tersebut mendadak mati mesin akibat cuaca buruk.

Kabar tersebut diterima oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi Ridwan yang baru saja mendapat kabar via telepon dari nakhoda KLM Mutiara Banyuwangi, Mukri. Mendapat kondisi tersebut, Ridwan langsung melakukan pengecekan posisi kapal tersebut melalui global positioning system (GPS).

Saat dicek, ternyata posisi kapal berada di titik koordinat 07°53'56.0" S 114°37'43.5"E.  Pihak KSOP langsung berkoordinasi dengan menghubungi Satpolairud dan Basarnas untuk melakukan penjemputan di lokasi titik koordinat tersebut. ”Kami langsung berangkat malam itu juga untuk melakukan pencarian. Karena dari informasinya, dua mesin kapal sudah mati dan kondisi cuaca buruk,” ungkap Subandi.

Sambil terus berjalan melakukan upaya pencarian di tengah titik koordinat yang ada, Satpolairud, Basarnas, dan KSOP Tanjung Wangi langsung bergerak melakukan pencarian. Sayangnya, saat berada di dekat lokasi sebelah utara Pulau Tabuhan, kondisi cuaca sangat buruk, ombak air laut cukup tinggi, dan tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian. ”Kami kembali karena kondisi cuaca sangat buruk, dan pencarian kami lakukan pagi ini (kemarin pagi),” jelasnya.

Sayangnya, hingga pukul 13.40 Kamis siang (5/7) petugas Satpolairud bersama Basarnas yang melakukan pencarian juga belum membuahkan hasil. ”Hingga kini kami masih kontak nakhoda kapal dan belum tersambung. Upaya pencarian juga kami terus lakukan,” tandas Subandi. (ddy/aif)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kapal-tenggelam #kecelakaan 

Berita Terkait

Tiga Mobil Terlibat Tabrakan Karambol

Megapolitan

Licin, Truk Sembako Terguling

Megapolitan

Tongkang Hantam Rumah

Nusantara

Faktor Human Error Penyebab Kecelakaan Transjakarta

Jakarta Raya

Kecelakaan Bus di Kenya, 40 Tewas

Internasional

IKLAN