Sabtu, 22 September 2018 01:23 WIB
pmk

Jakarta Raya

Organda DKI Tuding Ojol Domain Kemenkominfo

Redaktur: Nurhayat

Ojol mangkal di badan jalan. foto: nasuha/indopos

INDOPOS.CO.ID- Keberadaan ojek online (Ojol) cukup membantu masyarakat. Kendati keberadaan Ojol juga kerap memperparah kemacetan di Jakarta. Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan mengatakan, Ojol adalah domain aplikator. Dan setiap pelanggaran aplikator domain Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

"Urusan aplikator ini domainnya di Kemenkominfo. Makanya ini kok mereka tidak mengambil sikap terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan di sektor transportasi ini," ujar Shafruhan di Jakarta, Jumat (6/7).

Seharusnya, menurut Shafruhan setiap pelanggaran Ojol menjadi tanggungjawab Menkominfo. Dengan fenomena ini, ia merasa Menkominfo lepas tanggungjawab. "Ya tidak bolehlah, kan domain aplikator itu di Kemenkominfo," terangnya.

Dikatakan Shafruhan, munculnya kekacauan transportasi selama ini disebabkan karena sikap Menkominfo yang tidak konsisten dan tegas. Ia mengkhawatirkan, ini bisa berkontribusi pada kekacauan di masyarakat.

"Kalau pilihan jadi perusahaan angkutan umum (Angkot), ya terserah aplikator. Tentu bila itu harus dilakukan, maka akan terpisah antara aplikator dan perusahaan angkot," terangnya.

Shafruhan menuturkan, permasalahan Ojol syarat dengan kepentingan politis. Dengan pembiaran yang berlangsung akan menimbulkan benturan-benturan di kelompok masyarakat. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ojek-online #dishub-dki #kemenhub #kemenkominfo 

Berita Terkait

Anterin, Ojek Online Bisa Ditawar Nih

Indobisnis

Asian Games Sebentar Lagi, LRT Sumsel Masih Ngadat

Nasional

Sesuaikan Lahan Tempat Antar Jemput Ojol

Jakarta Raya

IKLAN