Jumat, 16 November 2018 10:40 WIB
pmk

Nasional

Temui Bareskrim, Perwakilan Massa Aksi 67 Tuai Kekecewaan

Redaktur: Ali Rahman

Perwakilan Massa Aksi 67 yang beraudiensi ke Bareskrim Polri. Foto: Jaa Rizka Pradana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Perwakilan massa aksi 67 yang beraudiensi dengan pihak Bareskrim Mabes Polri merasa kecewa berat lantaran para petinggi kepolisian itu tidak berada ditempat.

Menurut Ustadz Bernard Abdul Jabbar, sepuluh orang yang beraudiensi hanya menemui stafnya. Para petinggi Bareskrim sedang ada kunjungan kerja ke tempat lain. "Kita kecewa sekali. Nggak ada kejelasan dari staf Bareskrim," kata Bernard usai keluar Gedung Bareskrim Mabes Polri Jakarta, Jumat (6/7).

Ia mengatakan, semua aspirasi massa aksi 67 telah disampaikan kepada pihak kepolisian. "Kedatangan kita menuntut keadilan, baik itu kasus yang terjadi pada SP3 Bu Sukma, Viktor Laiskodat, Guntur Romli, Ade Armando, Cornelis, sudah kita pertanyakan semua," jelas Bernard.

Namun, dalam aksi ini pihaknya menekankan pada kasus dugaan penistaan agama Sukmawati Soekarno Putri yang telah di keluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Kata Bernard, sejak Bareskrim mengeluarkan SP3 pada 17 Juni 2018 pihaknya selaku pelapor tidak pernah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang merupakan hak bagi pelapor.Mereka pun mengaku kecewa berat.

"Saya salah satu yang melaporkan kasus Sukmawati, namun tidak pernah saya dikirim surat SP2HP," cetusnya.

Bernard menilai, dikeluarkannya SP3 Sukmawati cacat yuridis secara Standar Operasional Prosedur (SOP), terlebih KUHAP acaranya. 

Selain itu, kasus dugaan penistaan agama Viktor Laiskodat yang mandeg juga tak lepas dari kecaman pihak Bernard. Menurut mereka, terhentinya kasus itu lantaran terbentur Undang-Undang MD3 tak berdasar, meskipun dalam Undang-Undang itu pemanggilan Viktor harus seizin presiden.

"Kami harapkan karena UU MD3 sudah tidak berlaku (dihilangkanya frasa izin dari MKD) makanya harus dilanjutkan. Insya Allah mereka berjanji akan menindaklanjuti lagi melihat keadaan seperti ini," pungkasnya. (jaa)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #aksi-67-mencari-keadilan #pa-212 #ustadz-bernard-abdul-jabbar 

Berita Terkait

IKLAN