Sabtu, 22 September 2018 12:29 WIB
pmk

Nusantara

Nekat Tanam Dekat Rumah Penduduk, BNN Panen 10,5 Ha Ladang Ganja

Redaktur: Juni Armanto

OPERASI-Selain tanaman siap panen, tim gabungan yang dipimpin BNN juga menemukan bibit ganja di kawasan Aceh Utara, NAD, (5/7). Foto: BNN FOR INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Mabes Polri bersama instansi terkait bergerak cepat menyumbat peredaran barang haram alias ganja ke seluruh Indonesia. Caranya? Memotong kembali mata rantai langsung dari hulu. Sasaran ladang ganja yang menjadi target kali ini berada di Dusun Uteun Punti Desa Sawang Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Kasubdit Narkotika Alami Direktorat Narkotika Deputi Pemberantasan BNN Kombes Pol Anggoro Sukartono yang memimpin operasi mengatakan, tim gabungan berhasil memusnahkan seluas 10,5 hektare (ha) di dua lokasi berbeda. Posisi ladang itu berdampingan dengan desa dan ditanam di dekat rumah-rumah penduduk.  Ketika ditemukan tim, kondisi ladang itu dalam keadaan siap panen. Rata-rata ketinggian ganja sudah mencapai 3,6 meter. ”Setelah tanaman ganja dicabut atau dipotong, tim gabungan lalu melakukan pemusnahan dengan cara dibakar di tempat,” ujarnya kepada INDOPOS via wa, Jumat (6/7) malam.

Anggoro menambahkan, tanaman ganja yang dimusnahkan memiliki kepadatan sekitar tujuh ha. Hasil hitung lapangan, satu meter persegi (m2) terdapat empat batang tanaman yang dapat menghasilkan sekitar satu kilogram (kg) daun ganja. ”Jadi kalau tujuh ha sama dengan 70 ton ganja basah yang berhasil kita musnahkan,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut Anggoro, pemilik dan penanam ladang ganja itu masih belum diketahui serta masih dalam tahap penyidikan. Anggoro berharap ke depan akan ada program alternative development yang bisa diterapkan di Aceh Utara. Sebelumnya, wilayah kabupaten Bireun telah berhasil melaksanakan program ini. ”Bekas ladang ganja kemudian diganti tanaman kopi, kunyit, dan jahe,” ujarnya.

Tim gabungan terdiri dari BNN, Direktorat IV Mabes Polri, Polda NAD, Brimob Kompi B Lhokseumawe, Polres Lhokseumawe,  Kodim 0103 Lhokseumawe, dan sebagainya. Tim menggelar operasi pemusnahaan ladang ganja selama dua hari, yakni pada Kamis (5/7) lalu dan Jumat (6/7). Dari Dir IV Mabes Polri diwakili Kombes Pol Ghiri Prawijaya dan Kombes Pol Jacson Lapalonga.

Kombes Pol Ghiri Prawijaya sebelumnya mengatakan, untuk mencapai lokasi ladang ganja di Aceh Utara dalam operasi pada Kamis (5/7) lalu, tim gabungan melakukan perjalanan dengan melintasi sungai yang arusnya cukup deras. ”Bersyukur operasi ini berlangsung dengan aman dan lancar,” tandasnya. (aro)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #bnn #mabes-polri #ladang-ganja 

Berita Terkait

IKLAN